Redam Penjarahan dan Kerusuhan Prancis, Perdana Menteri Lecornu Serukan Pemberlakuan Jam Malam Terbatas

kerusuhan prancis
Aksi unjuk rasa di Prancis masih berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026 waktu setempat. (NDTV Profit/YouTube)
0 Komentar

Pada Senin, pihak berwenang memperkirakan bahwa sedikitnya 3.000 tempat usaha di sejumlah kota mengalami kerusakan atau menjadi sasaran penjarahan selama kerusuhan pada akhir pekan.

Di Marseille, prefek setempat melarang seluruh aksi demonstrasi maupun bentuk perkumpulan lainnya mulai pukul 12.00 hingga 20.00 pada Senin.

“Saya mengajukan pengunduran diri karena saya bertanggung jawab atas semua yang sedang terjadi,” ujar Nuñez dalam wawancara dengan radio France Inter. Ia menambahkan bahwa persoalan utama saat ini adalah memastikan peristiwa serupa tidak terulang. Menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan kemampuan dalam mengantisipasi mobilisasi massa yang sedang berkembang.

Baca Juga:Menaker Ungkap 5 Bekal Wajib Generasi Muda Hadapi Era AI dan Dunia Kerja yang Makin KompetitifPromo Honda Oktober 2026 di Jawa Barat: Diskon Hingga Rp 1,1 Juta dan Motor Listrik Mulai Rp 17 Jutaan

Nuñez menyalahkan aksi kekerasan tersebut pada “gerombolan pembuat onar dan penjarah” serta “aktivis sayap kiri radikal”. Ia menyatakan bahwa strategi kepolisian perlu disesuaikan “untuk menghadapi kelompok-kelompok yang bergerak dengan sangat cepat”. Pihak berwenang menyebutkan bahwa ratusan orang dalam sejumlah kelompok berupaya memicu bentrokan dengan polisi dan menyasar bangunan-bangunan publik, termasuk balai kota dan kantor pemerintahan lainnya.

Nuñez mengakui bahwa pihak berwenang telah “kehilangan kendali” di sejumlah kota besar pada Sabtu, ketika ratusan tempat usaha dijarah.

“Anda tidak bisa menatap mata para pemilik toko dan mengatakan bahwa kita tidak kehilangan kendali di sejumlah kota besar ini, ketika ratusan tempat usaha telah dijarah,” ujar Nuñez.

Kebakaran melalap balai kota di Limoges, wilayah Prancis bagian tengah, yang merupakan bangunan peninggalan abad ke-19. Kobaran api menyebabkan atap bangunan tersebut runtuh dan hampir menghancurkan seluruh bangunan.

Pada Senin di Paris, petugas kebersihan dan pemadam kebakaran membersihkan pecahan kaca serta puing-puing lainnya dari jalanan.

Ouri Zagoury, pemilik toko permainan video di dekat Place de la République, Paris, mengatakan bahwa ia menutup tokonya pada Sabtu sore. Namun, melalui kamera pengawas, ia kemudian melihat para penjarah memaksa masuk ke dalam tokonya.

“Begitu banyak orang yang keluar-masuk toko. Meskipun saya sudah menghubungi polisi, mereka meminta saya untuk tidak melakukan intervensi. Mereka mengatakan akan datang, tetapi ternyata tidak pernah datang. Ini juga menjadi masalah tersendiri,” kata Zagoury.

0 Komentar