Menaker Ungkap 5 Bekal Wajib Generasi Muda Hadapi Era AI dan Dunia Kerja yang Makin Kompetitif

Generasi Muda
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). (Dok. Kemnaker for Radartasik.id)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Perubahan dunia kerja akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi digital membuat generasi muda perlu menyiapkan kemampuan baru agar tetap relevan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan formula 5T sebagai bekal utama bagi anak muda Indonesia untuk menghadapi tantangan karier di masa depan.

Formula tersebut terdiri dari Think, Tech, Talk, Team, dan Trust. Lima kemampuan ini dinilai menjadi fondasi penting agar generasi muda tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter dan kemampuan sosial yang kuat.

Pesan tersebut disampaikan Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin (12/10/2026). Ia menilai generasi muda yang berkualitas dan kompeten akan menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Baca Juga:Promo Honda Oktober 2026 di Jawa Barat: Diskon Hingga Rp 1,1 Juta dan Motor Listrik Mulai Rp 17 JutaanFeliks Zebua, Atlet Binaan KCA Bogor Raih Djarum Beasiswa Bulutangkis 2026

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kebutuhan tenaga kerja. Banyak pekerjaan kini mulai beradaptasi dengan penggunaan AI, otomatisasi, dan sistem digital. Kondisi tersebut membuat kemampuan akademik saja tidak lagi cukup.

Menurut Yassierli, generasi muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta kesiapan memahami teknologi. Dua aspek tersebut menjadi bagian awal dari formula 5T, yaitu Think dan Tech.

Melalui aspek Think, generasi muda didorong untuk memiliki rasa ingin tahu, mampu menganalisis persoalan, serta berani mengajukan pertanyaan. Kemampuan berpikir kritis menjadi penting karena informasi yang tersedia semakin melimpah dan membutuhkan kemampuan memilah secara tepat.

Sementara itu, Tech menekankan pentingnya pemahaman terhadap teknologi, data, dan AI. Kemampuan tersebut tidak hanya diperlukan oleh mahasiswa atau pekerja di bidang sains dan teknologi, tetapi juga bagi mereka yang bergerak di berbagai bidang lain.

Perkembangan AI sering menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan pekerjaan manusia. Namun, Yassierli menilai teknologi tersebut seharusnya dipandang sebagai alat pendukung yang membantu manusia meningkatkan produktivitas.

Ia menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah informasi dan mencari data secara lebih cepat. Namun, penggunaan teknologi tetap harus diiringi dengan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan secara bijak.

“AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Radartasik.id.

0 Komentar