Promosikan Batik dengan Teknologi AI, Ekonomi Kreatif di Kota Tasikmalaya Makin Naik Kelas

pekan ekonomi kreatif kota tasikmalaya
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala, serta Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi meninjau stan UMKM dan layanan Cek Kesehatan Gratis dalam Pekan Ekonomi Kreatif rangkaian HUT ke-25 Kota Tasikmalaya.  (Foto: Diskominfo Kota Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ekonomi kreatif bisa membuat produk lokal dikembangkan melalui teknologi digital. Seperti halnya pengemasan dan promosi batik yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Hal itu muncul dalam event Pekan Ekonomi Kreatif (PEKRAF) sebagai bagian perayaan HUT Kota Tasikmalaya ke-25 di Atrium Ground Floor Mall Plaza Asia Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026). Acara tersebut memadukan inovasi teknologi, pelestarian budaya, hingga kolaborasi lintas sektor menjadi modal agar karya lokal mampu bersaing lebih jauh.

Event tersebut hasil kolaborasi Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (DPC GEKRAFS) Kota Tasikmalaya dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya. Ditambah dengan dukungan Dinas Kesehatan yang membuka layanan Cek Kesehatan Gratis.

Baca Juga:Atap Panggung Perayaan HUT Kota Tasikmalaya di Kecamatan Cihideung Roboh Tertiup AnginXpander Merah Terguling di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dewi Noviyanti, mengatakan PEKRAF 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Menurutnya, sektor ekonomi kreatif memiliki peluang besar untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui subsektor fesyen, kriya, kuliner, dan berbagai bidang lainnya.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya. Pelaku usaha kreatif memiliki peran penting sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui PEKRAF, para pelaku usaha diharapkan tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Sebab, kreativitas yang berhenti di ruang pamer tentu belum cukup untuk membawa produk lokal menembus pasar yang lebih luas.

“Melalui PEKRAF ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan produk dan inovasinya. Harapannya, mereka semakin berkembang dan mampu bersaing dengan produk dari daerah lain,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC GEKRAFS Kota Tasikmalaya, Deden Khairul Rizal, menegaskan PEKRAF 2026 bukan sekadar arena pameran dan transaksi jual beli. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan antara kreativitas, teknologi, dan potensi budaya lokal.

“Event ini bukan sekadar pameran dagang biasa, melainkan rumah konvergensi. Kami ingin membuktikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya itu sangat hidup, solid, dan siap naik kelas ke tingkat nasional hingga global,” tutur Deden.

0 Komentar