Menurut dia, perpaduan layanan CKG dengan Pekan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu upaya menghadirkan program pemerintah melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas lokal.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala menilai, kolaborasi ekonomi kreatif, UMKM, dan layanan kesehatan dapat menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pemerintah. “Peran Ekraf ini sangat penting untuk mengakselerasi supaya program bisa lebih dikenal dan partisipasinya juga bisa lebih besar,” kata Tiar.
Ia membuka peluang penerapan model kolaborasi serupa di daerah lain. Menurutnya, keterbukaan pemerintah daerah dan kesamaan semangat dalam melayani masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program.
Baca Juga:Atap Panggung Perayaan HUT Kota Tasikmalaya di Kecamatan Cihideung Roboh Tertiup AnginXpander Merah Terguling di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya
Tiar juga mengapresiasi penggunaan identitas kreatif lokal dalam kegiatan tersebut. Salah satunya melalui kehadiran maskot MIU yang menjadi unsur pembeda sekaligus menarik perhatian pengunjung.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya penguatan identitas lokal untuk meningkatkan daya saing produk UMKM. Menurutnya, kekhasan daerah dapat menjadi pembeda di tengah persaingan produk dari berbagai wilayah.
Ia juga mengingatkan agar kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan dilanjutkan melalui program yang berkesinambungan. “Kita tidak mau hanya sesuatu yang seremonial, yang sekali doang lalu berhenti. Kita ingin ada sesuatu yang berkelanjutan, termasuk kolaborasi antara pusat dan daerah serta pertukaran talenta,” ujar Irene.(Ujang Nandar/Firgiawan)
