Xpander Merah Terguling di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya

Kecelakaan mobil xpander jalan hz mustofa
Sebuah mobil Xpander mengalami kecelakaan di Jalan HZ Mustofa Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Minggu (18/10/2026). (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Sebuah mobil Xpander merah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan HZ Mustofa, Minggu siang (18/10/2026). Kendaraan tersebut terguling dan tersangkut di median pembatas 2 ruas jalan.

Kecelakaan tersebut menyita perhatian warga di lokasi serta para pengendara yang melintas di jalan pusat kota itu. Polisi pun mendatangi lokasi dan mendatangkan derek untuk mengevakuasi mobil yang mengalami kecelakaan.

Salah seorang juru parkir di lokasi, Rudi Antoni (46) mengatakan mobil merah itu melaju melaju dari ATM di kompleks sorum. Saat memasuki jalan raya, tiba-tiba mobil melaju kencang dan tersangkut di median pembatas. “Kencang, mobilnya sampai terbalik,” ujarnya.

Baca Juga:AMI Resmi Dibentuk, Bawa Gerakan Penyelamatan Masa Depan Generasi MudaSalah Kostum di Pelantikan Anak Muda!

Rudi bersama warga yang ada di lokasi langsung menghampiri mobil yang kondisinya sudah terbalik di median jalan. Di dalam mobil terdapat dua orang pria yang kesulitan untuk keluar. “Yang satu langsung bisa keluar, kalau yang sopirnya setelah kita balikin mobil ke posisi normal baru bisa keluar,” ujarnya.

Menurutnya dua orang yang berada di dalam mobil hanya mengalami luka ringan, lecet-lecet di kaki. Dari pengakuan sopir, kecepatan dan laju mobil tidak terkendali karena pedal gas nyangkut. “Nggak tahu pasti gimana, tapi katanya nyangkol (nyangkut),” terangnya.

Pengakuan sopir itu sesuai dengan pengamatan Rudi di mana mesin mobil masih berderu kencang setelah terbalik. Hal itu menunjukkan pedal gas terus masuk layaknya diinjak. “Mesinnya mati waktu pas dibalikin lagi,” ucapnya.

Saat kejadian, kondisi lalu lintas di jalur mobil keluar (arah ke Nagarawangi) relatif lengang sehingga tidak ada pengendara yang tertabrak. Namun lain cerita jika mobil itu menerabas median jalan dan menyeberang ke tuas jalan satunya. “Karena di jalur ini (arah menunu Padayungan) lagi lumayan ramai motor,” terangnya.

Di jalur tersebut, lanjut Rudi, cukup sering terjadi kecelakaan, baik tabrakan atau tunggal. Bahkan pernah ada yang sampai korbannya meninggal dunia. “Pernah ada kakek-kakek tertabrak pas nyeberang, meninggal dunia,” tuturnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat soal perlunya kehati-hatian saat berkendara di jalan, baik sepeda motor maupun mobil. Karena akibatnya bukan sebatas kerusakan mobil saja, keselamatan nyawa pun bisa terancam.(Rangga Jatnika)

0 Komentar