Beragam produk dan karya ditampilkan, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen batik, animasi, gim, hingga teknologi digital. Ragam karya tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya tidak hanya bertumpu pada produk tradisional, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan teknologi.
Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah Cermin Geulis, teknologi Virtual Fitting Room berbasis AI karya startup lokal AstaCode. Teknologi ini memungkinkan pengunjung mencoba berbagai busana bermotif Batik Harco secara virtual tanpa harus berganti pakaian secara langsung.
Perpaduan batik dan AI tersebut menjadi gambaran bagaimana warisan budaya dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih modern dan dekat dengan generasi digital.
Baca Juga:Atap Panggung Perayaan HUT Kota Tasikmalaya di Kecamatan Cihideung Roboh Tertiup AnginXpander Merah Terguling di Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya
Selain itu, pengunjung dapat mengikuti edukasi pemanfaatan asisten AI, menyaksikan demonstrasi pencetakan menggunakan mesin 3D dari BLUD SMKN 2 Tasikmalaya, hingga mencoba gim karya pengembang lokal.
Pameran juga menghadirkan karya animasi, arsitektur hijau, dan kendaraan modifikasi. Sementara itu, instalasi Payung Geulis raksasa berdiameter 2,5 meter menjadi salah satu penanda kuat identitas budaya khas Tasikmalaya.
PEKRAF 2026 juga menghadirkan layanan Pos Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fasilitas ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor agar masyarakat tidak hanya menikmati pameran, tetapi juga memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. H. Asep Hendra Hendriana, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat di tengah aktivitas publik.
“Kehadiran Pos Cek Kesehatan Gratis di arena PEKRAF 2026 merupakan bukti kolaborasi lintas sektor yang humanis. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya terinspirasi oleh karya kreatif anak muda, tetapi juga mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis,” ungkap Asep.
Event tersebut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala, bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi. Ketiganya meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk UMKM, kuliner, kerajinan khas Tasikmalaya, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi mengatakan, kegiatan tersebut berawal dari gagasan bersama untuk mengemas program prioritas pemerintah agar lebih menarik dan mudah menjangkau masyarakat. “Ini adalah ide bersama, ide kolektif. Awalnya, kami berdiskusi bagaimana program prioritas Presiden bisa dikemas lebih kreatif, lebih menarik masyarakat, dan lebih sampai kepada masyarakat,” ujar Viman.
