Sponsor Jadi Tameng Anggaran! Milangkala Pangandaran Terus Menuai Sorotan, Presidium Bilang Begini

Polemik Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14
Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Rencana perayaan Milangkala Kabupaten Pangandaran ke-14 masih menuai polemik.

Di tengah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang, agenda hiburan justru memantik perdebatan soal kepatutan hingga penggunaan anggaran.

Kritik sebelumnya datang dari sejumlah kalangan, termasuk mantan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

Baca Juga:AMI: Kritisnya Kapan-Kapan!Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-Kubuan

Ia menilai penyelenggaraan hiburan kurang elok ketika sebagian masyarakat masih berjibaku menghadapi dampak kekeringan dan kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Di tengah silang pendapat tersebut, Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, angkat bicara.

Ia menilai kritik terhadap perayaan hari jadi itu kurang tepat. Bahkan, menurut dia, ada pihak yang dinilainya memanfaatkan polemik untuk meraih simpati publik.

“Persoalan kemarau dan ancaman krisis air bersih tidak dapat dijadikan dalih utama untuk menghentikan peringatan sejarah berdirinya Pangandaran,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Supratman, kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Nino merupakan dampak kondisi iklim yang juga melanda berbagai wilayah di Pulau Jawa hingga Indonesia.

Karena itu, persoalan tersebut tidak bisa dipandang sebagai kondisi yang hanya terjadi di Pangandaran.

Namun, di tengah perdebatan mengenai kepatutan menggelar hiburan saat warga menghadapi kesulitan air bersih, Supratman juga menepis anggapan bahwa perayaan Milangkala membebani keuangan pemerintah.

Baca Juga:Dinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan KekuasaanKetika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh Santun

Ia menegaskan, pendanaan kegiatan hiburan tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut dia, pembiayaan berasal dari kontribusi sponsor eksternal, yakni Bank BJB dan Bank Indonesia (BI).

“Seluruh pendanaan untuk kegiatan hiburan murni bersumber dari kontribusi porsi sponsor eksternal, yakni Bank BJB dan Bank Indonesia (BI),” ucapnya.

Supratman menyebut dukungan kedua lembaga keuangan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi terhadap potensi daerah.

Perayaan Milangkala, lanjut dia, menjadi momentum untuk memperkenalkan destinasi wisata Pangandaran agar semakin dikenal, termasuk di tingkat internasional.

Selain promosi pariwisata, kegiatan tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

Meski demikian, perdebatan mengenai Milangkala tak hanya berkutat pada sumber pembiayaan.

Di tengah ancaman kekeringan, publik juga menyoroti soal prioritas dan kepekaan penyelenggaraan kegiatan.

0 Komentar