TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Teka-teki hilangnya Delis Lisnidilah (16), remaja asal Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya terungkap. Pelajar kelas satu sekolah menengah kejuruan (SMK) itu ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten, setelah dilakukan penyelidikan oleh jajaran Polres Tasikmalaya bersama Polda Metro Jaya.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, memastikan korban telah ditemukan. Namun, kondisi korban belum memungkinkan untuk memberikan keterangan secara maksimal sehingga masih membutuhkan pendampingan dan pemulihan psikologis.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” ungkap Heru kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Baca Juga:Dokter Keliling Gerindra Sambangi Cineam Tasikmalaya, Ratusan Warga Dapat Pengobatan GratisKetika Sekolah Tak Lagi Aman, Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Soroti Kasus Perundungan yang Memakan Korban
Setelah ditemukan, korban langsung diamankan dan ditempatkan di rumah aman. Kepolisian juga berkoordinasi dengan lembaga yang menangani perlindungan anak untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis.
“Ya ditempatkan di rumah aman, masih harus mendapat penanganan pemulihan psikologisnya,” kata Heru.
Sebelumnya, Delis dilaporkan hilang sejak Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Kampung Simpang RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Saat itu, korban yang tinggal sendiri di sebuah kontrakan berpamitan untuk membeli makanan, tetapi tidak kunjung kembali.
“Korban diduga pergi meninggalkan kosan tanpa memberitahukan kepada orang tua. Setelah pencarian mandiri, keluarga baru melapor ke Polsek Bantarkalong,” ujar Heru.
Mengingat korban masih di bawah umur, Polres Tasikmalaya kemudian melakukan penyelidikan bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengatakan penyelidikan menemukan sejumlah hal yang menjadi perhatian petugas. Salah satunya, korban diketahui baru membeli telepon genggam, sementara dus perangkat tersebut tertinggal di kontrakannya.
Keberadaan korban akhirnya terlacak setelah polisi berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Meski demikian, petugas harus melakukan penelusuran lebih lanjut karena identitas korban diduga disamarkan saat berada di apartemen tersebut.
Baca Juga:Musyawarah KADIN Kabupaten Tasikmalaya Bakal Diulang, Dijadwalkan 21 Oktober 2026Lahan Perjuangan Jadi Simbol Harapan, OTL SPP Cineam Tasikmalaya Gelar Syukuran
“Kami berangkat usai menemukan titik terang keberadaan korban di Tangerang. Tetapi tentu tidaklah mudah karena identitas korban sempat disamarkan saat menghuni apartemen,” kata Ringgo.
Tim gabungan kemudian bergerak ke Tangerang untuk melakukan pencarian. Petugas menelusuri sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat keberadaan korban, termasuk kawasan permukiman padat dan rumah kos di sekitar apartemen.
