Berikan Pelayanan, Kejar Pendapatan! Tim Penataan Dadaha Dituntut Sadar Tanggung Jawab

Tim penataan dadaha
Tim Penataan Dadaha melakukan rapat evaluasi di Kantor UPTD Pengelola Komplek Dadaha, Selasa (13/10/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Dadaha dinilai memiliki potensi yang besar sebagai penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan catatan, pemerintah memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat.

Penataan kawasan Dadaha pada dasarnya merupakan bagian dari pelayanan, tujuannya memberikan keamanan dan kenyamanan untuk warga sebagai pengunjung. Baik itu pengguna sarana olahraga, aktivitas seni sampai rekreasi.

Ketua Tim Penataan Dadaha sekaligus Plt Asda 1 Ade Hendar menerangkan kawasan tersebut sudah memiliki Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan. Dokumen tersebut menjadi acuan dan pedoman dalam upaya yang dilakukan pemerintah.

Baca Juga:KURSI DEWAS TIDAK SEDARURAT PASIEN!Masuk Agenda HUT Kota Tasikmalaya ke-25, Lumiland Dinilai Kurang Merakyat

“Jadi kami tidak asal-asalan, RTBL ini menjadi dasarnya,” ungkapnya usai rapat di Kantor UPTD Pengelola Komplek Dadaha, Selasa (13/10/2026).

Untuk pedagang kaki lima (PKL) sudah ada area-area yang akan menjadi lokasi penempatan. Namun pihaknya tidak bisa menempatkan begitu saja karena harus disertai konsep yang matang.

“Kita sebut mereka entrepreneur, kita tidak keberatan dengan keberadaannya karena bagaimana pun mereka ikut menghidupkan Dadaha, tapi kita akan buat supaya lebih tertata,” terangnya.

Disinggung soal parkir yang belum masuk sebagai PAD melalui retribusi, dalam hal ini Dinas Perhubungan akan melakukan uji petik untuk menghitung target rasional. diharapkan dalam waktu dekat target retribusinya sudah bisa muncul. “Karena Dishub kan bagian dari tim penataan, yang berkompetensi soal pelayanan parkir,” terangnya.

Ade Hendar menekankan bahwa upaya penataan baik soal PKL sampai dengan urusan parkir pihaknya akan mengutamakan aspek pelayanannya. Sehingga masyarakat tidak akan merasa rugi ketika membayar retribusi. “Kita utamakan pelayanannya dulu, baru bicara pendapatan,” ucapnya.

Untuk merealisasikan harapan tersebut, tentunya Pemkot Tasikmalaya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Di samping Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dukungan masyarakat menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan. “Kalau masyarakatnya memberikan dukungan, insyaallah penataan dadaha bisa sukses,” ujarnya.

Dukungan masyarakat ini, kata Ade Hendar, artinya memahami dan memanfaatkan fasilitas yang ada sebagaimana fungsinya. “Nanti kita sosialisasikan detailnya di mana area parkir, di mana area PKL dan yang lainnya,” tuturnya.

0 Komentar