TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Event festival lampu Lumiland di Dadaha yang dimasukkan dalam agenda HUT Kota Tasikmalaya ke-25 menimbulkan kontroversi. Harga tiket dinilai terlalu mahal, kurang sepadan dengan kemampuan masyarakat secara umum.
Seperti diketahui, event ini menerapkan 2 kategori tiket dengan harga berbeda, Rp 25.000 untuk usia anak dan Rp 35.000 untuk dewasa. Namun Pemkot mengalokasikan 50 ribu tiket gratis yang disebarkan untuk para guru dan pelajar.
Kendati demikian, Tasikmalaya October Festival (TOF) pada dasarnya menjadi pesta rakyat untuk seluruh masyarakat. Namun khusus event ini, masyarakat umum harus merogoh kocek untuk bisa masuk ke festival ini.
Baca Juga:Terapkan Tiket Berbayar, Penyelenggara Lumiland di Dadaha Tasikmalaya Diwajibkan Bayar PajakParkir Dadaha Kota Tasikmalaya Tak Masuk PAD, UPTD Belum Punya Dasar Penentuan Target
Event-event yang masuk TOF memang sebagian besar merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh non pemerintah. Rata-rata event tersebut berbentuk perlombaan, gelaran seni atau bazar yang gratis untuk dikunjungi.
Khusus Lumiland, festival lampu ini merupakan event yang diselenggarakan pihak swasta dengan investor luar negeri, dari Cina. Sehingga meskipun masuk agenda TOF, orientasinya tetap bisnis.
Kondisi inilah yang membuat masyarakat menilai agenda TOF ini bukan lagi pesta rakyat, atau kurang merakyat. Terlebih di situasi ekonomi saat ini, tidak semua warga mampu merogoh kocek untuk sekadar menikmati lampu hias.
Seperti di beberapa unggahan Radartasik.id di media sosial yang dibanjiri beragam komentar terkait tiket berbayar. Salah satunya Ninaa Fauziah yang menlai event HUT Kota semestinya pesta untuk membahagiakan masyarakat tanpa dipungut biaya. “Kedahna mh gratis kapan menyambut hari jadi kota tasik (harusnya gratis, kan menyambut hari jadi Kota Tasikmalaya.red),” tulisnya.
Ada lagi Iin Imas yang menilai event lumiland ini tidak cocok untuk ekonomi menengah ke bawah yang harus memikirkan kebutuhan prioritas sembako. Sehingga harga tiket yang dipatok dinilai terlalu mahal. “Ah mahal banget ,,,,,mening meser beas (Ah mahal banget, lebih baik beli beras.red),” katanya.
Santi Ilfana bahkan mengurai biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit untuk warga yang sudah berkeluarga. “Lamun 3an ge jg anak gs 95 acan parkir 3rb gs 100 we eta th teu keur dahar… lebar ah deuh (kalau bertiga dengan anak sudah Rp95rb belum parkir Rp3rb sudah saja Rp100rb belum termasuk makan,,, sayang ah uangnya.red),” katanya.(Rangga Jatnika)
