Terapkan Tiket Berbayar, Penyelenggara Lumiland di Dadaha Tasikmalaya Diwajibkan Bayar Pajak

Pajak hiburan, tiket lumiland kota tasikmalaya
Sejumlah pengunjung yang mendatangi loket tiket Lumiland di halaman Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya (GKKT), Senin (12/11/2026).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Event Lumiland Dadaha menerapkan tiket berbayar meskipun menjadi bagian dari rangkaian acara HUT Kota Tasikmalaya. Konsekuensinya, penyelenggara diwajibkan membayar pajak atas tiket yang terjual.

Sebagaimana diketahui event lumiland ini menerapkan tiket dengan tarif Rp 35.000 dewasa dan Rp 25.000 untuk anak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya pun sudah berkoordinasi dengan penyelenggara mengenai urusan pajak hiburannya.

Kabid 3 Bapenda Kota Tasikmalaya H Dede Irfan Sani mengatakan bahwa adanya tiket gratis tidak menggugurkan kewajiban bayar pajak. Penyelenggara tetap harus memenuhi kewajiban pajak 10% untuk tiket berbayar. “Tetap harus bayar pajak meskipun ada 50rb tiket gratis,” ungkapnya kepada Radar, Senin (12/10/2026).

Baca Juga:Pj Ketua Buka-bukaan Masalah Mukota Kadin Kota Tasikmalaya, Mulai Pelanggaran Kepres Sampai Calon TitipanJangan Sibuk Menghitung Pilkada!

Sejauh ini, kata H Irfan, pihaknya belum mengetahui gambaran jumlah tiket yang dijual oleh penyelenggara. Pasalnya Bapenda melakukan komunikasi di awal persiapan sehingga hal itu belum terpetakan.

“Pas di awal belum ada dipastikan jumlah tiket yang dikeluarkan,” ujarnya.

Pihaknya pun berencana untuk berkomunikasi kembali dengan pihak penyelenggara untuk memastikan jumlah tiket yang dikeluarkan. “Kita akan cek lagi untuk melihat gambaran potensinya,” tuturnya.

Disinggung pemisahan tiket gratis dan berbayar, H irfan mekanisme untuk pajak daerah ini perhitungannya menerapkan self assessment. Sehingga yang menghitung tiket berbayar adalah penyelenggara sebagai wajib pajak, bukan dari Bapenda. “Karena mereka yang bisa memisahkan catatan jumlah tiket gratis dan mana yang berbayar,” terangnya.

Pihaknya berharap event Lumiland tersebut berjalan sukses dengan animo pengunjung yang banyak. Pasalnya semakin banyak yang berkunjung, maka kontribusi untuk PAD pun lebih besar. “Mudah-mudahan memberikan banyak kontribusi untuk keuangan daerah, karena kita kan ingin PAD yang optimal,” katanya.

Berkaitan dengan tiket, festival lampu Lumiland ini memang mendapatkan pandangan yang beragam dari publik. Ada yang antusias ingin menikmati estetika event tersebut, ada juga yang mengeluhkan karena biaya tiket kurang sepadan.(Rangga Jatnika)

0 Komentar