TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Promosi produk unggulan daerah tak melulu harus menunggu kucuran anggaran pemerintah.
Kreativitas dan kemauan justru menjadi modal penting agar produk lokal Kota Tasikmalaya lebih dikenal dan mampu bersaing di pasaran.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya ikut aktif mempromosikan produk unggulan daerah.
Baca Juga:Ketidakharmonisan Viman-Diky Jadi Sorotan, ASN Terancam Terjebak Kubu-KubuanDinasti Literasi Komunitas Cermin Tasikmalaya, Wariskan Pengetahuan Bukan Kekuasaan
Ia menilai, upaya pemasaran tidak harus selalu bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Menurut Diky, produk berkualitas belum tentu laris di pasaran jika tidak diimbangi promosi yang tepat.
Karena itu, ASN diharapkan tak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga bisa mengambil peran dalam memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“Menurut pandangan pribadi saya, promosi itu tidak hanya berbasis anggaran. Tidak harus selalu menggunakan APBD, tetapi bagaimana kita bisa kreatif dalam mempromosikan produk unggulan daerah,” ujarnya belum lama ini.
Ia menegaskan, promosi produk lokal perlu dirancang dengan konsep yang jelas dan berkelanjutan.
Bukan sekadar ramai dalam satu kegiatan, lalu kembali sepi setelah acara selesai.
ASN, kata dia, dapat memanfaatkan jejaring pertemanan, lingkungan kerja, hingga media sosial untuk mengenalkan produk unggulan Kota Tasikmalaya kepada calon konsumen.
Baca Juga:Ketika Petarung Tarung Derajat Naik Vespa di Kota Tasikmalaya: Kalem, Ramah dan Penuh SantunViman Jawab Emosi Diky yang Meledak soal Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya!
Langkah sederhana tersebut dinilai bisa menjadi alternatif promosi tanpa harus selalu mengandalkan kegiatan yang dibiayai pemerintah.
Diky mencontohkan praktik promosi produk daerah yang dilakukan di Kabupaten Garut.
Menurutnya, keterlibatan ASN dalam memperkenalkan produk unggulan di daerah tersebut memberikan dampak yang cukup besar.
“Di Garut, promosi produk unggulan yang dilakukan ASN efeknya cukup luar biasa. Produk-produk unggulan bisa dipromosikan dengan berbagai cara, dan itu dilakukan tanpa menggunakan APBD,” ungkapnya.
Ia berharap, pola serupa dapat diterapkan di Kota Tasikmalaya dengan menyesuaikan potensi serta karakteristik produk lokal.
Dengan begitu, promosi tidak hanya menjadi tanggung jawab perangkat daerah tertentu, tetapi juga tumbuh sebagai gerakan bersama.
Namun, Diky mengakui, gagasan agar ASN ikut mempromosikan produk unggulan daerah sebenarnya sudah disampaikan kepada jajaran ASN Pemkot Tasikmalaya.
