“Kita ingin orang yang datang ke Tasikmalaya memiliki alasan untuk tinggal lebih lama. Siang menikmati kuliner, belanja produk kreatif kita, melihat berbagai sudut kota, kemudian malam menikmati suasana seperti yang hadir di Dadaha hari ini,” bebernya.
Viman menilai, pola kunjungan tersebut dapat memperluas dampak pariwisata terhadap perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, dan UMKM.
Dengan demikian, keramaian sebuah acara tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga membuka peluang transaksi bagi pelaku usaha.
Baca Juga:Ratusan Barista Kota Tasikmalaya Disertifikasi, Diuji Biar Kopi Enggak Cuma Modal GayaMiras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas Ransel
Lumiland sendiri merupakan penyelenggaraan ke-11 di sejumlah kota, sebelum Kota Tasikmalaya menjadi destinasi berikutnya.
Viman berharap kolaborasi dengan PT Lumiland Wonderful Indonesia dapat memberikan pengalaman rekreasi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa kesempatan menikmati festival tersebut terbatas hingga 15 November mendatang.
Karena itu, masyarakat diajak memanfaatkan momentum ini dengan tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan Dadaha.
Di tengah gemerlap lampu dan ramainya pengunjung, tantangan yang perlu dijawab ialah memastikan manfaat ekonomi ikut menyala.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah festival bukan hanya seberapa ramai pengunjung datang, melainkan juga seberapa besar peluang usaha yang bisa dinikmati warga setempat. (rezza rizaldi)
