TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tren bisnis pernikahan di Tasikmalaya sepanjang 2026 mulai bergeser.
Konsep minimalis dan intimate wedding semakin banyak dipilih pasangan calon pengantin yang menginginkan perayaan lebih sederhana, terbatas, tetapi tetap berkesan.
Meski begitu, tren tersebut tidak lantas membuat pesta pernikahan berskala besar kehilangan pasar.
Baca Juga:Miras Masih Beredar di Kota Tasikmalaya Lewat COD, Belasan Botol Diselipkan dalam Tas RanselTelkomsel-PosDigi Bidik 200 Ribu Agen Pos Lewat Paket Sat Set
Sebagian pasangan masih memilih konsep royal dengan jumlah tamu mencapai ribuan orang.
Kondisi itu menunjukkan pasar jasa wedding organizer (WO) di Tasikmalaya masih cukup beragam.
Pelaku usaha tidak hanya menghadapi permintaan pesta intimate dengan jumlah tamu terbatas, tetapi juga harus melayani pasangan yang menginginkan pernikahan besar dan meriah.
Owner Wedding Organizer (WO) Satara Project, Aldi Satria, mengatakan variasi konsep tersebut terlihat dari sejumlah wedding yang ditanganinya sepanjang 2026.
Setiap pasangan memiliki gambaran dan kebutuhan berbeda dalam menentukan bentuk perayaan pernikahan.
“Yang paling diminati saat ini konsep minimalist dan intimate, namun tidak sedikit yang menggelar pernikahan yang royal bahkan mengundang tamu lebih dari 1.000,” kata Aldi.
Menurut dia, perbedaan skala acara membuat kebutuhan setiap wedding ikut berubah.
Baca Juga:Proyek Drainase Zig-Zag Cimerak Kota Tasikmalaya Terus Disorot, PUTR: Dikerjakan Pemprov JabarPohon Mahoni di Mangkubumi Kota Tasikmalaya Tumbang Mendadak, Lalu Lintas Sempat Buka Tutup
Konsep intimate membutuhkan pengelolaan yang lebih terbatas dan personal, sementara pesta besar menuntut kesiapan lebih kompleks karena harus mengakomodasi tamu dalam jumlah jauh lebih banyak.
Bagi pelaku usaha WO, kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar. Tren boleh mengarah ke pesta yang lebih ringkas, tetapi selera konsumen tetap tidak seragam.
Karena itu, penyedia jasa wedding dituntut mampu menerjemahkan berbagai keinginan calon pengantin ke dalam konsep acara yang sesuai.
Fleksibilitas menjadi bagian penting agar bisnis tetap bisa mengikuti perubahan permintaan pasar.
“Tantangan terbesar saat ini, bagaimana kami bisa menyesuaikan dengan banyak permintaan yang sering sekali di luar standar kami, namun itu merupakan pilihan,” ujar Aldi.
Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa bisnis wedding di Tasikmalaya tidak bisa hanya mengandalkan satu model layanan.
Intimate wedding menjadi tren yang menguat, sementara pesta besar tetap memiliki ceruk pasar tersendiri.
Dengan kata lain, ukuran pesta boleh mengecil, tetapi peluang bisnisnya belum tentu ikut menyusut.
