Karena jabatan memang seharusnya bukan tujuan akhir. Lalu ia melanjutkan: Ia lebih takut kalau tidak bisa mengayomi orang-orang yang seharusnya diayomi.
Nah. Di sini persoalannya menjadi terang. Jabatan bisa selesai. Masa jabatan bisa habis. Kursi bisa berganti orang. Tetapi pedagang tetap harus makan. Warga tetap harus bekerja. Kawasan Dadaha tetap harus hidup. Dan pemerintah tetap harus hadir.
Karena itu, persoalan Dadaha seharusnya jangan berhenti pada: pedagang dipindahkan ke shelter. Bukan hanya soal lapaknya di mana. Bukan hanya soal nama shelter-nya apa. Bukan pula soal siapa yang hadir dalam acara syukuran.
Baca Juga:Puluhan Jemaah Tertipu Travel Umroh Bodong di Tasikmalaya! Sudah Bayar Penuh, Tiket Pulang Harus Beli SendiriJalan Dadaha Bakal Dibuka Lagi! Hasil Evaluasi, Penutupan Belum Siap Untuk Diterapkan Permanen
Yang jauh lebih penting adalah: Apakah penataan ini benar-benar membuat pedagang lebih baik? Apakah omzet mereka naik? Apakah pengunjung datang?Apakah kawasan menjadi lebih tertib?Apakah lalu lintas lebih lancar? Apakah fasilitasnya memadai? Apakah ada kepastian bagi pedagang?
Dan yang paling sederhana: Apakah semua pihak yang terlibat benar-benar duduk bersama sejak awal?. Sebab kalau wakil wali kota saja berkata tidak tahu, berarti ada satu pekerjaan rumah yang tidak kecil: komunikasi di dalam pemerintahan.
Saya tidak tahu apakah setelah video itu beredar akan ada rapat. Mungkin ada. Mungkin juga tidak. Tapi kalau ada rapat, saya punya usul. Jangan terlalu banyak pidato. Jangan terlalu banyak seremoni. Jangan terlalu banyak tepuk tangan. Cukup duduk bersama. Wakil wali kota hadir. Tim penataan hadir. Satpol PP hadir. Dishub hadir. Disporabudpar hadir. Pedagang hadir.
Dan yang paling penting: semua bicara. Satu per satu. Sampai jelas. Karena Diky sendiri sudah mengatakan: “Mun ieu masalah ajak ngobrol, ajak ngobrol sing bener sampai beres.”
Kalau benar begitu, saya kira resepnya sederhana. Tidak perlu panggung. Tidak perlu mikrofon. Tidak perlu tepuk tangan. Cukup ngobrol yang benar. Sampai Dadaha benar-benar beres. Bukan sekadar terlihat beres di video. (red)
