TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Jalan Dadaha Kota Tasikmalaya yang sudah lebih dari sebulan ditutup akan segera dibuka kembali. Disamping dampak negatif yang ditimbulkan, penunjang perubahan arus lalu lintas pun belum ada kesiapan.
Sebagaimana diketahui, penutupan jalan ini sejak awal sudah menuai kontroversi dan polemik. Di mana banyak pengguna jalan yang mengeluh karena akses jalan yang tadinya pendek menjadi lebih jauh karena harus memutar.
Alhasil, sebagian pengendara pun tetap memaksakan menerobos jalur dengan memanfaatkan celah dari water barrier yang terbuka. Petugas Dishub pun kerap kali harus merapikan kembali penghalang tersebut.
Baca Juga:Malam Sibuk Tangani Kebakaran, Pagi-pagi Damkar Kota Tasik Sudah Diminta Urus Kalung Kucing Kondisi Dadaha Dinilai Potret Kegagalan Pemkot Tasikmalaya
Plt Sekretaris sekaligus Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Gumilar mengatakan bahwa penutupan jalur tersebut sejak awal baru sebatas uji coba. Setelah mengamati perkembangan dalam sebulan terakhir, pihaknya pun akan membuka lagi jalur tersebut. “Rencananya kita akan kembalikan lagi seperti kondisi awal (dibuka),” ujarnya.
Dijelaskan Gumilar, selama masa uji coba penutupan pihaknya melakukan pengamatan di lapangan untuk bahan evaluasi. Dari catatannya, ada beberapa hal yang membuatnya perlu untuk membuka kembali jalur tersebut seperti sedia kala. “Pertama ada friksi sosial, karena warga (jalan lingkar Dadaha) belum siap dengan keramaian lalu lintas di lingkungannya, jadinya komplain,” terangnya.
Selain itu, infrastruktur serta sarana keamanan lalu lintas di jalur alternatif pun masih belum memadai. Kondisinya sangat timpang dengan jalan utama Dadaha yang saat ini ditutup. “Infrastrukturnya belum siap, termasuk pendukung lalu lintas seperti rambu dan zebra cross juga belum ada,” ucapnya.
Tidak kalah penting yakni persoalan regulasi, di mana status area yang ditutup yang merupakan sarana jalan untuk lalu lintas. Ketika tidak digunakan atau dialihfungsikan, maka tentunya tetap difungsikan untuk lalu lintas kendaraan. “Apalagi area yang ditutup itu tidak digunakan untuk keperluan apapun,” katanya.
Disinggung kapan jalur tersebut akan dibuka, pihaknya saat ini sedang menyusun hasil evaluasi secara resmi untuk dilaporkan kepada pimpinan. Dia menargetkan di akhir pekan ini jalur sudah kembali dibuka. “Paling lambat Sabtu sudah kita buka lagi,” katanya.
