HMJ Ekonomi Syariah Unsil dan Growth Point Ajak Anak Panti Belajar dan Berkreasi

HMJ Kindness Vol 3
Mahasiswa yang tergabung dalam HMJ Ekonomi Syariah dan Komunitas Growth Point foto bersama anak-anak Panti Asuhan Taman Harapan usai kegiatan HMJ Kindness Vol. 3, Minggu (4/10/2026). (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah Unsil berkolaborasi dengan Komunitas Growth Point menggelar aksi sosial bertajuk HMJ Kindness Vol 3 di Panti Asuhan Taman Harapan, Kota Tasikmalaya, Minggu (4/10/2026).

Agenda tahunan tersebut tak hanya diisi dengan pemberian bantuan untuk warga panti, tetapi juga berbagai kegiatan edukatif dan aktivitas yang mendorong kreativitas anak-anak. Para mahasiswa dan anggota Growth Point berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui sejumlah kegiatan yang memadukan unsur pembelajaran dan permainan.

Founder Komunitas Growth Point, Neng Yama Novia, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang tidak sebatas memberikan bantuan. Para mahasiswa juga ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dan memberikan pendampingan kepada anak-anak panti.

Baca Juga:Mahasiswa UMB Seru-Seruan Main "Kaulinan" TradisionalTanam 7 Pot Ganja di Tengah Kebun Cabai, 2 Warga Rajapolah Diciduk Polisi

“Berbagi kebahagiaan dan menginspirasi sesama menjadi pijakan utama dilaksanakannya aksi sosial bertajuk HMJ Kindness Vol 3. Di sini para mahasiswa tidak hanya sekadar membawa bantuan fisik, tetapi juga mendedikasikan waktu dan perhatian mereka untuk memberikan pendampingan edukatif yang menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Pendampingan tersebut diwujudkan melalui sejumlah aktivitas edukatif. Yama memberikan materi mengenai growth mindset dan pengenalan bahasa Inggris dasar dengan pendekatan ringan dan komunikatif agar materi lebih mudah dipahami anak-anak.

Menurut Yama, pendekatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan.

Setelah sesi edukasi, anak-anak diajak mengikuti Clay Games. Mereka dibagi dalam kelompok kecil yang masing-masing beranggotakan lima orang, kemudian bekerja sama menghias media kaca menggunakan tanah liat sintetis atau malam berwarna-warni hingga menghasilkan karya seni.

Aktivitas tersebut, menurut Yama, dipilih untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak mengembangkan kreativitas sekaligus berinteraksi dan bekerja sama dengan teman-temannya. Hasil karya yang dibuat juga dapat disimpan oleh anak-anak sebagai pengingat dari kegiatan tersebut.

Yama mengatakan, pemilihan Panti Asuhan Taman Harapan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki pertimbangan tersendiri. Anak-anak yang dibina di panti tersebut berada pada usia sekolah dan dinilai membutuhkan dorongan motivasi serta ruang ekspresi yang positif.

Keterbukaan pengurus panti terhadap kegiatan edukatif juga turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dari kegiatan tersebut, Yama berharap kehadiran mahasiswa dan anggota Growth Point dapat memberikan manfaat yang lebih dari sekadar pengalaman selama acara berlangsung.

0 Komentar