Proyek Drainase di Cimerak Kota Tasikmalaya Bikin Resah, Aliran Irigasi Terancam Terganggu

proyek drainase
Proyek draenase di pertigaan JB-Jalan KH Tubagus Abdullah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya yang diduga menuai persoalan, Senin (5/10/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Menurut Deden, saluran Rancabadak memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Sedikitnya sekitar enam RW di Kelurahan Sukaasih disebut mendapatkan manfaat dari aliran air tersebut, khususnya untuk sawah dan kolam.

Karena itu, kelurahan tidak bermaksud menghambat pekerjaan. Bahkan, penanganan banjir melalui pembangunan infrastruktur tersebut tetap diapresiasi sepanjang desainnya tidak menghilangkan fungsi irigasi.

“Tidak ada niat untuk menghambat pekerjaan. Kami berterima kasih karena itu salah satu solusi penanganan banjir. Tetapi harus diperjelas, banjir teratasi dan pemanfaatan Sungai Rancabadak juga terfasilitasi,” tambahnya.

Baca Juga:HUT Ke-81 TNI di Kota Tasikmalaya: Kekuatan Prajurit Ditegaskan Harus Selalu Bersama RakyatWarga Tolak Alih Fungsi 17 Hektare Sawah Setiajaya Kota Tasikmalaya, Ingatkan Larangan Gubernur Jabar

Deden menambahkan, hasil musyawarah belum menghasilkan solusi teknis final. Sebab, pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis belum hadir secara lengkap untuk memberikan keputusan.

“Belum ada titik temu. Karena tidak dihadiri yang berkompeten di bidangnya,” jelasnya.

Kelurahan kemudian meminta agar pekerjaan pengaspalan tetap dapat berjalan pada bagian yang tidak bermasalah. Namun, untuk pekerjaan teknis irigasi, warga meminta desainnya dipertimbangkan kembali.

“Untuk pengaspalan silakan, tidak akan menghambat. Tapi untuk teknis pengerjaan irigasi mohon dipertimbangkan kembali,” ucap Deden.

Di lokasi, warga bersama sejumlah unsur terkait juga telah melihat langsung kondisi eksisting.

Dari peninjauan tersebut, muncul pandangan bahwa saluran semestinya dibuat lurus karena jalurnya berada pada area yang disebut sebagai aset pemerintah.

Namun, keputusan teknis mengenai kelanjutan desain tersebut masih menunggu pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga:HUT ke-25 Kota Tasikmalaya Tak Mau Sekadar Seremoni, Viman Dorong City Branding dan 25 Event KolaboratifGebyar Mancing Siliwangi Warnai HUT ke-81 TNI, Kodim 0612 Tasikmalaya Dekatkan Diri dengan Warga

Sementara itu, perwakilan pekerja proyek menjelaskan pekerjaan sambungan yang dilakukan mengacu pada gambar teknis yang mereka terima.

Ia menyebut pengukuran sambungan dilakukan dengan memperhatikan ukuran yang telah ditentukan.

Namun, penjelasan tersebut belum menjawab kekhawatiran utama warga mengenai desain akhir saluran, khususnya terkait fungsi irigasi dan kebutuhan sistem buka-tutup aliran.

Dengan demikian, persoalan di Cimerak kini bukan sekadar soal jalan yang dibongkar untuk drainase.

Ada fungsi irigasi, kebutuhan air warga, potensi banjir, hingga persoalan komunikasi proyek yang belum sepenuhnya terang.

Proyek yang seharusnya menjadi solusi pun kini menghadapi pertanyaan sederhana dari warga: apakah benar menyelesaikan banjir tanpa mengorbankan aliran air yang sudah lebih dulu dibutuhkan masyarakat? (rezza rizaldi)

0 Komentar