Hasil Evaluasi PCNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya: Kita Teman yang Tak Selalu Mengangguk!

Evaluasi kinerja wali kota, pcnu kota tasikmalaya
Pengurus dan kader PCNU Kota Tasikmalaya berkumpul membahas evaluasi kinerja wali kota di sekretariat Jalan dr Soekardjo (Dokar), Sabtu (3/10/2026)
0 Komentar

Karena itu, catatan PCNU akan disampaikan dalam momentum Hari Santri Nasional 2026. Harapannya sederhana: hubungan yang selama ini dinilai sulit dibangun bisa mulai dibangun.

Komunikasi yang sulit bisa dipermudah. Dialog yang jarang bisa diperbanyak. Dan aspirasi masyarakat tidak berhenti di warung kopi. Kalau NU benar-benar ingin menjadi shodiqul hukumah, maka tugasnya bukan hanya memuji pemerintah.

Bukan pula hanya mengkritik. Tetapi mengawal. Kalau pemerintah benar, didukung. Kalau ada yang kurang, diingatkan. Kalau ada masalah, dicari jalan keluarnya. Dan kalau ada aspirasi masyarakat, disampaikan.

Baca Juga:Bukan Mengadili, NU Ingin Mendengar!Ketika PCNU Ikut Membuka Rapor Wali Kota Tasikmalaya!

Tetapi jembatan itu harus dilewati dua arah. NU menyampaikan. Pemerintah menjawab. Pemerintah menjelaskan. NU mendengarkan.

Karena itu, forum evaluasi ini sebenarnya bukan soal siapa yang memberi nilai kepada siapa. Bukan pula soal siapa yang menang dalam perdebatan.

Yang lebih penting adalah satu hal: apakah suara masyarakat akhirnya bertemu dengan telinga pemerintah?

Sebab pemerintah punya laporan. NU punya catatan. Masyarakat punya pengalaman. Dan wali kota punya kewajiban politik untuk mendengar semuanya.

Mungkin inilah bentuk rapor yang paling sederhana. Bukan angka A, B atau C. Melainkan sebuah pertanyaan: “Pak Wali, kami tidak sedang memberi nilai. Kami hanya ingin tahu: dari semua suara yang kami bawa, mana yang akan Bapak jawab?”

Kalau pertanyaan itu bisa dijawab, rapat NU tidak berhenti sebagai rapat. Ia berubah menjadi jembatan. (red)

0 Komentar