UPTD PPA Kota Tasikmalaya Sebut Korban Bullying Alami Depresi, Minta Pindah Sekolah

bullying siswa sman 3 kota tasik
Polisi melakukan olah TKP di warung yang biasa dijadikan tempat nongkrong siswa, tak jauh dari sekolah, Selasa 29 September 2026 (Ujang Nandar/radartasik.id)
0 Komentar

Epi mengingatkan, kembalinya siswa ke sekolah harus menjadi perhatian serius. Sebab, korban berpotensi kembali berhadapan dengan situasi yang memunculkan tekanan psikologis baru.

“Yang ditakutkan itu pasca-skorsing masuk lagi sekolah ada perbuatan tambahan lain dari rekan-rekan yang dianggap bisa menjatuhkan dan menimbulkan stigma depresi baru,” tuturnya.

Ia menyebut tekanan tersebut tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Perbuatan verbal maupun psikis juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi korban. Menurut Epi, tindakan sederhana yang dianggap sepele oleh lingkungan sekitar dapat menjadi tekanan tersendiri bagi anak yang sedang dalam proses pemulihan.

Baca Juga:Insentif SPPG Jadi Rp 2.000 per Porsi, Mitra SPPG di Priangan Timur Minta BGN Kaji UlangPaskibra MAN 1 Tasikmalaya Raih Tiga Gelar di LKBB Gelora 4

“Bukan menuduh, ini ada perbuatan kekerasan secara verbal, psikis. Contohnya sekarang digeser saja ditempelkan, pasti itu jadi down. Tekanan, apalagi kalau dibicarakan,” katanya.

Karena itu, proses pemulihan korban tidak cukup hanya dengan menjauhkan sementara siswa yang diduga sebagai pelaku melalui skorsing.

Pengawasan setelah siswa kembali ke sekolah juga menjadi bagian penting agar persoalan tidak berlanjut dalam bentuk tekanan baru. Sementara itu, terkait dua korban lainnya, UPTD PPA masih melakukan komunikasi dengan masing-masing orang tua.

Epi mengatakan, proses asesmen tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada keterbatasan sumber daya psikolog maupun pekerja sosial yang harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

“Lagi dikomunikasikan dengan orang tua masing-masing karena ini menyangkut ketersediaan SDM kita, psikolog, dan juga peksos,” ujarnya.

POLISI TUNGGU PENDALAMAN PENYIDIK

Dugaan perundungan yang terjadi di lingkungan SMAN 3 Tasikmalaya kini ditangani Polres Tasikmalaya Kota. Laporan terkait kasus tersebut telah diterima kepolisian dan sejumlah saksi mulai diperiksa.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, mengatakan penyidik masih mendalami laporan tersebut. Polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) terkait untuk mengumpulkan informasi mengenai kejadian.

Baca Juga:UPI Tasikmalaya Perkuat Kompetensi Guru SD Berbasis Budaya dan DigitalSoal Kasus Siswa SMAN 3 Tasikmalaya, Gubernur Jabar Minta Kepsek Jangan Ragu Bertindak

“Kita sudah terima laporan dan telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk koordinasi dengan pihak sekolah dan UPTD. Sampai saat ini kita masih melakukan pendalaman,” ujar Januar, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, pemeriksaan saksi menjadi salah satu langkah awal kepolisian untuk mengetahui secara utuh peristiwa yang dilaporkan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak sebelum menentukan langkah penanganan selanjutnya.

0 Komentar