Menurutnya, perubahan yang paling terlihat saat ini adalah jalur jogging track yang relatif lebih bersih dari aktivitas pedagang serta adanya penutupan sejumlah akses jalan. Di sisi lain, keberadaan PKL justru masih terlihat menumpuk di beberapa titik.
“Kalau informasi penataan Dadaha memang ada, saya tahu. Tapi kalau melihat kondisi sekarang, belum terlihat perubahan yang signifikan,” kata Ai.
Menurut Ai, penataan harus dilakukan secara menyeluruh sehingga hasil akhirnya benar-benar terlihat dan dapat dirasakan masyarakat. Jangan sampai hanya mengubah sebagian titik, sementara persoalan lainnya tetap dibiarkan.
Baca Juga:Tiket Prioritas Kursi Dewas!Industri Kopi Kota Tasikmalaya Makin Potensial, Barista Jadi Peluang Lapangan Kerja
“Saya setuju kalau Dadaha ditata. Tapi jangan setengah-setengah. Kalau memang mau ditata, harus benar-benar sampai tuntas,” ujarnya.
Ia khawatir penataan yang dilakukan tanpa konsep menyeluruh justru tidak memberikan perubahan berarti terhadap wajah Kompleks Dadaha.
“Kalau hanya setengah-setengah, hasilnya tentu tidak akan terlihat indah. Harus benar-benar dibenahi secara keseluruhan,” katanya.
Senada, pengunjung lainnya, Indah Pertiwi, juga mendukung rencana penataan Dadaha apabila dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi menjadi ruang publik yang lebih nyaman apabila ditata dengan konsep yang jelas.
“Saya kira bagus kalau ditata sepenuhnya,” ujar Indah.
Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti sejauh mana rencana penataan tersebut akan dilaksanakan. Sebab, berdasarkan pengamatannya saat berkunjung, kondisi Dadaha secara umum belum menunjukkan perubahan yang berarti.
“Kalau sekarang yang saya lihat, sebelum tertata dengan setelahnya masih seperti dulu,” katanya.
Warga berharap pemerintah tidak berhenti pada penutupan akses jalan atau penertiban di titik tertentu saja.
Baca Juga:Bupati Herdiat Naik Kelas!Pengangkatan Dewas RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya Masih Disorot, Disebut Abaikan Aturan dan Sarat Kepentingan
Penataan diharapkan menyentuh seluruh aspek kawasan, mulai dari keberadaan PKL, akses lalu lintas, kebersihan, fasilitas publik, hingga penataan ruang agar Dadaha benar-benar menjadi kawasan yang tertib, nyaman dan menarik bagi masyarakat.
“Kedepan harus lebih nyaman, dengan adanya penataan ini,” ujar dia. (Ujang Nandar/Rangga Jatnika)
