Dugaan Bullying Siswa SMA di Tasikmalaya Jangan Tutupi dengan Damai-damaian, Usut Menyeluruh

dugaan bullying siswa SMA di Tasikmalaya
Jausan Kamil, Ketua AMI (Asosiasi Muda Insitute). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

Ia menekankan pentingnya penanganan yang objektif, termasuk sanksi pembinaan yang terukur bagi pihak yang terbukti terlibat.

“Proses hukum harus berjalan objektif dan memberikan sanksi pembinaan yang ketat serta terukur sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Di sisi lain, AMI meminta perhatian terhadap kondisi psikologis korban tidak berhenti pada pemeriksaan medis maupun proses pelaporan.

Baca Juga:Cegah Aksi Kelompok Bermotor, Tim Maung Galunggung Patroli Titik Rawan Kota TasikmalayaKemarau Belum Usai, SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Ajak Siswa Menengadah Lewat Salat Istisqa

Orang tua dan sekolah dinilai perlu memberikan pendampingan agar korban tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Memastikan anak ini tidak patah arang, tidak trauma melangkah ke sekolah, dan mentalnya dipulihkan sampai ia berani menatap dunia lagi,” jelas Jausan.

Jausan menilai kasus tersebut semestinya tidak berhenti sebagai persoalan antara korban dan pelaku.

Menurut dia, organisasi internal sekolah maupun organisasi kepelajaran di luar sekolah perlu ikut mengambil peran dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman.

“Tragedi Tasikmalaya adalah lonceng kematian bagi moralitas pelajar kita. Jika kasus ini dibiarkan menguap, maka bersiaplah melihat generasi yang gemar merusak hidup sesamanya tanpa rasa bersalah,” katanya.

Ia mengajak seluruh pihak saling memperkuat pengawasan dan pendidikan karakter agar kekerasan antarpelajar tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela dan Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Endang Kusmiran yang dikonfirmasi hal ini melalui pesan singkat ponselnya belum memberilan jawaban.

Baca Juga:Roket Indonesia Gandeng Everpro, Layanan Kurir Instan JNE Bidik Penguatan UMKM lewat TeknologiTruk Pengangkut Bondek Tabrak Warung di Tasikmalaya, Kernet Terpental ke Sungai

Hingga berita ini masuk dapur redaksi pukul 15.30, keduanya belum memberikan jawaban terkait kasus tersebut.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswa SMA di Tasikmalaya diduga menjadi korban penganiayaan dan bullying oleh sejumlah orang di sebuah warung di wilayah Sukanagara, Kecamatan Cibeureum, Kamis (24/9/2026).

Kasus tersebut kemudian dilaporkan orang tua korban ke Polres Tasikmalaya Kota. Laporan juga disertai pemeriksaan visum terhadap luka yang dialami korban.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, korban menghubungi ibunya dan menceritakan bahwa dirinya diminta datang oleh terlapor ke sebuah warung yang menjadi tempat tongkrongan para siswa.

Sang ibu kemudian merasa khawatir karena hingga sekitar pukul 16.30 WIB belum mendapatkan kabar dari anaknya. Ia pun mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus menjemput korban.

0 Komentar