Sesampainya di lokasi, sang ibu mendapati kondisi anaknya dalam keadaan syok dengan wajah lebam. Setelah ditanya, korban mengaku mengalami penganiayaan dan perundungan.
Di lokasi tersebut juga terdapat sekelompok siswa yang sebagian di antaranya sedang jajan dan merokok.
Ayah korban, Budi Pardiana, mengatakan anaknya mengalami kekerasan yang dilakukan banyak siswa. Ia menyebut korban dipukul dan ditampar secara bergiliran.
Baca Juga:Cegah Aksi Kelompok Bermotor, Tim Maung Galunggung Patroli Titik Rawan Kota TasikmalayaKemarau Belum Usai, SDN 2 Kersanagara Kota Tasikmalaya Ajak Siswa Menengadah Lewat Salat Istisqa
“Dipukul dan ditampar bergiliran oleh sekitar 30 orang,” kata Budi.
Tidak terima dengan kondisi anaknya, keluarga kemudian menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polres Tasikmalaya Kota.
Korban juga menjalani visum sebagai dokumen pendukung laporan.
“Sudah bikin laporan dan juga visum,” tegasnya.
Budi berharap laporan tersebut ditindaklanjuti jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (rezza rizaldi/rangga jatnika)
