3 Rekan Korban Pria Bertato yang Jenazahnya Tergeletak di Emperan Toko Ciawi Tasikmalaya Diamankan

rekan korban pria bertato diamankan
Lokasi kejadian temuan jenazah pria bertato di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya dipasang garis polisi, Kamis pagi (24/9/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Selang beberapa jam kejadian penemuan jenazah pria bertato diduga anak punk tergeletak di emperan toko Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, Polisi langsung bergerak cepat.

Diduga rekan-rekan korban telah diamankan di Mapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya dan sedang diperiksa para penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Diduga, pria bertato itu anak punk dan korban pembunuhan dengan cara dianiaya. Sebab, Polisi di lokasi kejadian mengamankan gitar yang sudah rusak, dan lain sebagainya.

Baca Juga:Jenazah Pria Bertato Tergeletak di Emperan Toko Ciawi Tasikmalaya, Polisi Dalami Dugaan PenganiayaanHIPMI Kota Tasikmalaya Mulai Matangkan Muscab, Siapa yang Akan Maju Gantikan Arif? 

Diberitakan sebelumnya, suasana pagi di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah mencekam, Kamis pagi (24/9/2026).

Seorang pria bertato ditemukan tergeletak tak bernyawa di emperan toko. Polisi menduga pria yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun itu menjadi korban penganiayaan.

Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya mengatakan, pihaknya menerima laporan warga mengenai seseorang yang tergeletak di lokasi tersebut.

Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati korban sudah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa, meninggal dunia dan juga terdapat luka-luka. Akhirnya dari sana kami menduga bahwa ini adalah akibat dari penganiayaan,” kata Endang kepada Radar di lokasi kejadian.

Dugaan penganiayaan itu kini masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum memastikan siapa pelaku maupun motif di balik kematian korban.

“Kelompok penganiayaan masih kita dalami,” terangnya.

Endang menyebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan kepala. Identitas korban juga belum diketahui lantaran saat ditemukan tidak membawa identitas.

“Belum tahu karena identitasnya tidak ada,” katanya.

Baca Juga:Retribusi Kota Tasikmalaya Masih di Bawah 30 Persen, Viman: Sistem Sedang DitataJalan Baru Flyover Sukanagara Kota Tasikmalaya Dikeluhkan Kumuh, Gotong Royong Jadi Solusi Cepat

Setelah dilakukan olah TKP, jenazah korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, warga sekitar mengaku lokasi penemuan memang kerap digunakan sejumlah orang untuk beristirahat.

Salah seorang saksi, Farid (40), mengatakan, tempat tersebut biasa menjadi lokasi berkumpul dan tidur sejumlah anak punk.

“Sudah biasa di sini, sudah tidur di sini. Bukan satu orang, ada enam orang, ada empat orang suka di sini,” tutur Farid.

0 Komentar