Komisi III, kata dia, meminta Pemkab Tasikmalaya memastikan bahwa pekerjaan lanjutan pembangunan SOR bisa selesai tepat waktu. Sebab waktu yang tersisa hanya 3 bulan.
“Jadi ketika SPMK turun maka harus gercep jangan ada lagi drama apalagi mengenai bahan pabrikasi yang katanya membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan pembuatannya,” ungkap Gumilar.
Ia juga mendorong agar Pemkab Tasikmalaya melalui Dinas PUPR, memilih vendor jasa konstruksi yang bertanggung jawab agar mampu mengerjakan sesuai target waktu yang ditentukan.
Baca Juga:Sekda Bilang Sederhana, Wali Kota Bilang Beragam!Politik Senyum Arief Arseha!
“Jangan asal pilih karena kedekatan,” tambah Gumilar, mengingatkan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana, mengaku setuju dengan rencana kelanjutan pembangunan SOR dan jembatan tersebut sebagaimana dibahas dalam rapat kerja.
“Saya sebagai Ketua Fraksi GOLKAR menyetujui, atas pembangunan SOR dan jembatan tersebut yang akan menghabiskan dana cukup besar dari APBD, yang bersumber dari DBHCHT pusat kurang lebih Rp 72 miliar, untuk kedua pembangunan tersebut,” jelas Aang.
Namun, Aang mengingatkan waktu pelaksanaan jangan melebihi target yang telah ditetapkan, yakni maksimal 120 hari kerja. Jadi target maksimal sampai 28 Desember 2026 sudah harus selesai semua.
“Jangan sampai terjadi proyek “MEGA SANGKURIANG” seperti tahun 2021 pembangunan di Ciawi pernah terjadi, sehingga merugikan semua pihak,” ungkapnya.
Selain itu ia juga menginatkan antisipasi kemungkinan perubahan cuaca, terutama untuk pembangunan Jembatan. Jika diprediksi bulan Oktober sudah ada tanda-tanda hujan, pihak terkait diminta sudah mempersiapkan antisipasinya agar tak menghambat pengerjaan jembatan. Selain itu, masalah spesifikasi bangunan juga jadi titik tekan Aang.
“Pembangunan SOR harus benar-benar memperhatikan spesifikasi standar jangan asal-asalan serta penunjang lainnya. Hal ini sehingga berpengaruh terhadap penyedia barang dan jasa, yang profesional terhadap kualitas tersebut,” paparnya.
Baca Juga:Jalan Panjang Nurul Awalin!Soal Guru Terseret Kasus Unsoed, Kepala Sekolah Sebut Tak Ada Penggeledahan, WY Berstatus Saksi
Menurutnya, tahapan pembangunan harus dimulai sejak dini, karena di awal Bulan Oktober sudah harus ada pengerjaan. Sosialisasi terhadap semua lapisan masyarakat yang terdampak juga harus benar-benar diperhatikan.
“Dan kita mengharapkan para buruh kasar dan para pekerja kasarnya ada yang dilibatkan dari masyarakat setempat. Tentu kalau semua berjalan dengan baik, dan diawali dengan proses yang baik, akan menghasilkan yang baik pula,” jelas Aang.
