Program berikutnya yakni pelayanan kesehatan dan pendataan bantuan sosial secara door to door.
Puskesmas dan kader Posyandu dapat dioptimalkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan sekaligus melakukan validasi data kemiskinan dan penerima bansos.
Myftah juga mengusulkan Gerakan Padat Karya Tunai (PKT) di tingkat kelurahan.
Baca Juga:Rumah Potong Ayam di Purbaratu Tasikmalaya Dibobol, Kerugian Ditaksir Rp70 JutaRSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Masuk Rencana Renovasi Kemenkes, Bukan Cuma Gedung yang Dibenahi
Anggaran kegiatan seremonial, menurutnya, dapat dialihkan untuk pekerjaan seperti pembersihan drainase dan lingkungan dengan melibatkan warga setempat melalui upah yang wajar.
Selain membantu warga memperoleh penghasilan tambahan, program tersebut dinilai dapat memperbaiki kondisi lingkungan, terutama drainase dan saluran air yang selama musim kemarau banyak ditumbuhi rumput.
“Kesederhanaan yang terencana jauh lebih bermartabat daripada keberagaman acara yang memboroskan kas daerah, apalagi bersifat spekulatif di luar rencana yang tertuang secara resmi dalam dokumen RKPD,” tambahnya.
Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 sendiri jatuh pada 17 Oktober 2026. Di satu sisi, Pemkot menyebut perayaan harus tetap memberi manfaat bagi warga dan UMKM. Di sisi lain, keterbatasan fiskal membuat kegiatan besar harus ditekan.
Persoalannya kini bukan lagi sekadar sederhana atau beragam. Yang lebih penting, apakah seluruh agenda Hari Jadi memiliki dasar perencanaan, anggaran, dan manfaat publik yang jelas.
Sebab, ulang tahun kota boleh bertambah usia. Tetapi anggaran daerah tidak boleh ikut bertambah hanya karena konsep acaranya mendadak melebar. (rezza rizaldi)
