Menurut Dian, keberlangsungan tradisi tersebut menunjukkan masih kuatnya peran masyarakat dalam menjaga situs dan warisan budaya daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan tanpa makna. Konsistensi warga desa yang menjaga situs budaya-baik saat menyambut bulan Maulid menjadi pilar utama penguat identitas kebudayaan daerah Ciamis,“ katanya.
Selain menjaga keberlangsungan tradisi, rangkaian upacara adat tersebut juga memiliki nilai spiritual bagi masyarakat. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun menjadi media untuk mengungkapkan rasa syukur atas keberkahan sekaligus menjaga kearifan lokal.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
“Selain itu, rangkaian upacara adat ini diposisikan sebagai wujud ungkapan rasa syukur masyarakat Ciamis kepada Tuhan YME atas keberkahan dan kearifan lokal yang terus terjaga,“ pungkasnya. (riz)
