TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polri menggeledah sebuah rumah kontrakan di Jalan Bebedilan, Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu sore, 12 Juli 2026.
Puluhan personel bersenjata lengkap mendatangi rumah yang diduga ditempati pria berinisial AAS dan memasang garis polisi. Kehadiran aparat itu membuat warga geger. Mereka berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan proses penggeledahan.
Salah seorang warga, Syarif (51), mengaku tidak menyangka rumah tetangganya menjadi sasaran penggeledahan tim antiteror.
Baca Juga:Bupati Eksekutor!Ketika Babi dan Kera Masuk Pidato!
“Jujur, kalau saya sendiri sangat terkejut ketika melihat jajaran kepolisian tiba-tiba ada di sini dan langsung memasang garis polisi,” ujar Syarif di lokasi kejadian, Minggu (12/7/2026).
Syarif mengaku tidak mengetahui persoalan hukum yang menjerat AAS. Namun, menurutnya, AAS dikenal sebagai sosok yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Ia juga merupakan warga pindahan dari RT sebelah.
“Kami tidak tahu punya kasus apa, karena interaksinya dengan masyarakat lain kurang dan tertutup. Berbeda dengan istrinya yang sering keluar dan suka main ke rumah tetangga,” pungkas Syarif.
Penggeledahan tersebut merupakan tindak lanjut dari ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Sabtu (11/7/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Insiden bermula dari adu mulut antara pedagang jagung berinisial S dengan penjual tahu gejrot berinisial E alias U yang diduga dalam kondisi mabuk. Situasi memanas setelah AAS, yang merupakan penjual es teh sekaligus kerabat pedagang jagung, datang dan memaki E alias U.
Saat warga berusaha melerai, tiba-tiba terdengar ledakan keras dari arah belakang yang membuat pedagang dan pengunjung panik serta berlarian menyelamatkan diri. Sekitar pukul 01.00 WIB, aparat gabungan Polres Tasikmalaya Kota langsung mengepung dan mensterilkan lokasi kejadian.
Penanganan kasus kemudian ditingkatkan setelah Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota menemukan sejumlah material mencurigakan di lapak jualan di kawasan Dadaha. Polisi menyita berbagai barang bukti yang diduga merupakan bahan baku bom rakitan dan penyelidikan selanjutnya ditangani Densus 88 Antiteror Polri. (red)
