Kelompok ini mencakup pelaku usaha yang memiliki kepentingan terhadap proyek besar seperti industri hilirisasi mineral, termasuk smelter nikel di berbagai wilayah Indonesia.
Kedua, PFII berpotensi menjadi pilihan bagi family office atau pengelola kekayaan keluarga yang sumber asetnya berasal dari bisnis di Indonesia.
Kehadiran pusat finansial domestik bertaraf internasional dapat membuka peluang agar sebagian kekayaan tersebut kembali dikelola melalui institusi keuangan dalam negeri.
Baca Juga:The Taste of Prison Mulai Syuting, Lee Sun Bin Jadi Koki Selebritas yang Terpuruk di Dapur PenjaraHonda Modif Contest 2026 Resmi Digelar, AHM Buka Panggung Kreativitas Modifikator Indonesia di 9 Kota
Selain sektor keuangan, dampak positif PFII juga berpotensi dirasakan oleh sektor properti.
Emiten properti yang memiliki aset di sekitar lokasi PFII nantinya dapat memperoleh sentimen positif apabila kawasan tersebut berkembang menjadi pusat bisnis baru. (*)
Sumber: Stockbit
