Kini, Leao menjadi target berikutnya.
Laporan dari Inggris menyebut Tottenham telah menyiapkan paket transfer senilai sekitar 60 juta euro, atau setara Rp1,2 triliun, untuk membujuk AC Milan melepas salah satu pemain terbaiknya.
Apabila kesepakatan tercapai, maka kebersamaan Leao dengan Rossoneri akan berakhir setelah tujuh tahun sejak didatangkan dari Lille.
Di tengah negosiasi tersebut, muncul kritik dari jurnalis senior Italia, Raimondo De Magistris, yang menilai AC Milan mulai terlalu bergantung kepada Jorge Mendes dalam mengelola aktivitas transfer.
Baca Juga:AC Milan Kebut Transfer Mario Gila, Siapkan Tawaran Rp600 Miliar untuk Luluhkan LazioFIFA Cabut Sanksi Kartu Merah Striker AS, Pelatih Belgia: Piala Dunia Seperti April Mop
Dalam kolom editorialnya di Tuttomercatoweb, De Magistris menyebut Mendes kini memiliki pengaruh yang sangat besar di Milan, terutama setelah klub belum memiliki direktur olahraga tetap dan Zlatan Ibrahimovic lebih banyak berada di Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026.
Menurutnya, Mendes tidak hanya berperan dalam upaya mendatangkan Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain, tetapi juga disebut ikut terlibat dalam pembahasan masa depan sejumlah pemain Rossoneri, termasuk Rafael Leao.
De Magistris mengingatkan bahwa situasi seperti ini pernah dialami Wolverhampton Wanderers saat dimiliki Fosun International.
Ketika itu, Wolves sangat bergantung pada jaringan Jorge Mendes dalam mendatangkan pemain.
Awalnya strategi tersebut membawa hasil positif. Wolverhampton mampu menembus papan atas Liga Inggris dan tampil di kompetisi Eropa.
Namun ketika proyek klub mulai melambat, ketergantungan tersebut justru menjadi bumerang.
Mendes mulai mengurangi pasokan pemain berkualitas dan mendorong beberapa pemain penting hengkang sehingga kekuatan skuad terus menurun.
Baca Juga:Norwegia Singkirkan Brasil 2-1: Haaland Tampil Seperti Monster, Ancelotti Gagal TotalMedia Italia: Carnevali Yakinkan Juventus Beli Tarik Muharemovic Rp720 Miliar
Karena itulah, De Magistris meminta Milan berhati-hati agar tidak menyerahkan terlalu banyak kendali bursa transfer kepada satu agen, betapapun besarnya pengaruh yang dimiliki.
Bagi Tottenham, kehadiran Leao akan menjadi tambahan kualitas yang sangat penting dalam proyek Roberto De Zerbi.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta produktivitas pemain Portugal itu diyakini mampu meningkatkan daya gedor Spurs, terlebih ia juga berpotensi bereuni dengan Sandro Tonali, mantan rekan setimnya saat masih berseragam AC Milan.
Kini semua bergantung pada langkah konkret Tottenham.
Jika klub London itu benar-benar mengajukan tawaran resmi sesuai nilai yang diinginkan Milan, bukan tidak mungkin Rafael Leao akan menjadi nama besar berikutnya yang meninggalkan San Siro pada musim panas ini, sekaligus memperkuat anggapan bahwa Jorge Mendes menjadi tokoh paling berpengaruh dalam arah kebijakan transfer Rossoneri.
