Menurutnya, kopi dekafeinasi memiliki segmen pasar tersendiri karena diminati masyarakat yang ingin tetap menikmati kopi tanpa khawatir terhadap efek kafein.
“Ini peluang usaha. Kopi dekafeinasi memiliki pasar tersendiri. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi produk unggulan desa sekaligus menambah penghasilan keluarga,” jelasnya.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat terus berlanjut agar inovasi sederhana tersebut mampu memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan sekaligus kesejahteraan warga.
Baca Juga:Kata Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya: Ketahanan Keluarga Jadi Benteng Cegah Geng MotorPolres Tasikmalaya Kota Sabet Empat Gelar dari Polda Jawa Barat, Prestasi Jangan Berhenti di Piala
Pemerintah Desa Sukamahi menyambut positif program tersebut. Ke depan, hasil produksi kopi dekafeinasi dari masyarakat ditargetkan menjadi salah satu produk unggulan desa yang memiliki daya saing di pasaran.
Pelatihan ini menjadi bukti bahwa potensi lokal tak selalu harus dijual dalam bentuk lama.
Ketika inovasi bertemu pemberdayaan, secangkir kopi bukan hanya menghangatkan suasana, tetapi juga bisa menjadi jalan menuju masyarakat yang lebih sehat dan ekonomi desa yang lebih kuat. (rezza rizaldi)
