RADARTASIK.ID – Nama Mohamed Hany mendadak menjadi sorotan dunia pada Piala Dunia 2026.
Sayangnya, perhatian yang diterimanya bukan karena aksi gemilang, melainkan akibat catatan yang tidak diinginkan: mencetak dua gol bunuh diri dalam satu edisi Piala Dunia.
Bek kanan tim nasional Mesir itu kembali mengalami momen buruk saat menghadapi Australia di babak 32 besar.
Baca Juga:Inter Fokus Jual Pemain: Paksa Frattesi Pindah ke Inggris Jika Juventus Tak Mau Tebus Rp600 MiliarAC Milan Selangkah Lagi Datangkan Mario Gila, Lazio Sepakat di Angka Rp600 Miliar
Dalam pertandingan tersebut, Hany tanpa sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri sehingga membantu Australia meraih keuntungan.
Ironisnya, itu bukan kali pertama ia melakukan kesalahan serupa di turnamen ini. Pada laga pembuka fase grup melawan Belgia, pemain berusia 30 tahun tersebut juga mencetak gol bunuh diri yang berujung pada hasil imbang 1-1.
Dua gol bunuh diri dalam satu turnamen membuat Mohamed Hany menyamai rekor yang telah bertahan selama 60 tahun.
Sebelumnya, hanya bek Bulgaria, Ivan Vutsov, yang pernah mengalami nasib serupa pada Piala Dunia 1966.
Catatan tersebut juga membuat jumlah gol bunuh diri di Piala Dunia 2026 mencapai 13 gol, melewati rekor sebelumnya yang tercipta pada edisi 2018 dengan 12 gol bunuh diri.
Meski tengah menjadi sorotan karena rekor negatif tersebut, Mohamed Hany sejatinya merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sepak bola Mesir.
Lahir pada 1996, Hany merupakan produk asli akademi Al Ahly dan belum pernah membela klub lain sepanjang karier profesionalnya.
Baca Juga:Agennya Kecam Juventus, Michele Di Gregorio Beri Klarifikasi: Saya Hormati Rekan SetimKiper Lazio Sepakat Gabung Inter Milan, Ivan Provedel Jalani Tes Medis Pekan Depan
Kesetiaannya kepada klub raksasa Mesir itu membuat banyak orang menjulukinya sebagai “Francesco Totti dari Mesir”, merujuk pada legenda sepak bola Italia yang menghabiskan seluruh kariernya bersama AS Roma.
Musim 2025/2026 menjadi musim kesebelas Hany bersama Al Ahly. Dengan kontraknya yang masih tersisa satu tahun, banyak pihak meyakini ia akan memperpanjang masa baktinya sebelum akhirnya pensiun sebagai legenda klub.
Kesetiaan tersebut memang layak diapresiasi. Al Ahly sendiri merupakan salah satu klub paling sukses di dunia, dengan koleksi trofi yang hanya kalah dari Nacional dan Peñarol dalam daftar klub dengan gelar resmi terbanyak.
Di level tim nasional, Mohamed Hany juga merupakan sosok yang sangat dihormati.
