Jerman memiliki Gerd Muller pada 1970, lalu Miroslav Klose, Thomas Muller, Mesut Ozil, Andre Schurrle, hingga Mario Gotze ketika menjadi juara pada 2014.
Argentina juga memiliki generasi emas pada 1978 bersama Mario Kempes, Daniel Bertoni, dan Leopoldo Luque, kemudian Lionel Messi, Angel Di Maria, serta Julian Alvarez yang membawa Albiceleste menjadi juara dunia pada 2022.
Bahkan Polandia 1974 dengan Grzegorz Lato, Andrzej Szarmach, dan Robert Gadocha dianggap sebagai salah satu trio penyerang terbaik yang kurang beruntung karena gagal mencapai final.
Baca Juga:AS Roma Siapkan Rp900 Miliar untuk Boyong Mason Greenwood, El Aynaoui dan Dovbyk Terancam Jadi KorbanJuventus Siap Korbankan Thuram, Kessie dan Lobotka Masuk Daftar Belanja untuk Bangun Lini Tengah Baru
Meski demikian, melihat performa yang ditunjukkan sepanjang Piala Dunia 2026, banyak pihak menilai lini serang Prancis pantas disejajarkan dengan Brasil 1970 maupun Brasil 2002.
Perpaduan antara ketajaman Mbappe, kreativitas Dembele, visi bermain Olise, serta kecepatan Barcola membuat Les Bleus memiliki hampir semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi lini depan terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi agar mereka benar-benar dikenang sebagai yang terhebat.
Mereka harus mengangkat trofi juara dunia.
Sebab dalam sejarah sepak bola, sehebat apa pun sebuah lini serang, status legendaris baru akan benar-benar melekat jika berhasil membawa negaranya menjadi kampiun Piala Dunia.
