Laporan Il Giornale mengungkap bahwa hubungan antara Allegri dan Rossoneri memburuk setelah proses pemecatan yang dianggap tidak profesional oleh sang pelatih.
Allegri dikabarkan merasa kecewa karena tidak menerima pemberitahuan langsung dari manajemen mengenai keputusan pemecatan tersebut.
Ia justru mengetahui kabar itu melalui pernyataan resmi yang dirilis pemilik klub dan kemudian tersebar luas di media.
Baca Juga:Matteo Moretto: Alexander Sorloth Setuju Gabung JuventusGattuso Ingin Bawa Striker Gagal AC Milan ke Lazio
Pihak Allegri menilai cara tersebut telah merugikan citra dan reputasinya sebagai pelatih.
Karena itu, mereka mempertimbangkan langkah hukum terkait dugaan kerusakan reputasi atau image damage akibat proses komunikasi yang dilakukan klub.
Sengketa juga terjadi terkait nilai kompensasi yang harus dibayarkan AC Milan. Saat kembali menangani Rossoneri, Allegri menandatangani kontrak yang berlaku hingga 30 Juni 2027.
Kontrak tersebut memang memiliki klausul perpanjangan otomatis selama satu musim jika Milan berhasil lolos ke Liga Champions.
Namun karena Rossoneri gagal mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa itu, klausul tersebut otomatis gugur.
Meski demikian, Allegri tetap merasa berhak memperoleh kompensasi yang sesuai dengan nilai kontraknya.
Berdasarkan laporan media Italia, pihak Allegri meminta paket pesangon dan penyelesaian kontrak dengan nilai mencapai 14 juta euro bruto atau sekitar Rp280 miliar (kurs Rp20.000 per euro).
Baca Juga:Perez Kembali Jadi Presiden Real Madrid, Olise dan Kvaratskhelia Calon Pemain Baru Seharga Rp3 TriliunChristian Brocchi: Banyak Orang Akan Menyesali Kepergian Leao dari AC Milan
Di sisi lain, AC Milan dikabarkan hanya bersedia mengeluarkan sekitar setengah dari angka tersebut. Perbedaan paling besar terjadi pada insentif pemutusan hubungan kerja.
Pemilik Milan, Gerry Cardinale, disebut hanya ingin memberikan kompensasi tambahan sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar.
Sementara kubu Allegri menginginkan setidaknya 1 juta euro atau sekitar Rp20 miliar sebagai bonus perpisahan.
Manajemen Milan juga meyakini bahwa Allegri telah menjalin komunikasi dengan Napoli beberapa pekan sebelum pemecatannya diumumkan.
Keyakinan itu membuat klub merasa tidak perlu memberikan kompensasi yang lebih besar.
Perselisihan inilah yang kini menjadi penghalang utama kepindahan Allegri ke Napoli.
Selama kedua pihak belum mencapai kesepakatan, Partenopei hanya bisa menunggu sambil berharap proses negosiasi segera berakhir.
Bagi Napoli, semakin cepat masalah ini selesai, semakin cepat pula Allegri bisa fokus membangun tim yang diharapkan mampu mempertahankan daya saing di level domestik maupun Eropa pada musim mendatang.
