DPRD Kota Tasikmalaya Diminta Cegah Generasi Muda Terjerumus Geng Motor

angka putus sekolah di Kota Tasikmalaya
Audiensi Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dengan Social Nusantara Institute, Selasa (2/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Mereka ingin memahami secara lebih mendalam bagaimana kiprah DPRD. Ini hal yang positif karena masyarakat membutuhkan literasi dan pemahaman yang benar mengenai fungsi lembaga legislatif,” tuturnya.

Yadi mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tugas dan kewenangan DPRD.

Akibatnya, tidak sedikit audiensi atau penyampaian aspirasi yang keluar dari substansi dan fungsi kelembagaan.

Baca Juga:Viman Kembali Pimpin Kota Tasikmalaya Usai Haji, Estafet Kepemimpinan Diky Candra Resmi BerakhirDemokrasi Inklusif di Kota Tasikmalaya Masih Tersandung Akurasi dan Aksesibilitas

Ia menilai kehadiran kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan pendidikan dapat menjadi mitra strategis DPRD dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Tasikmalaya.

“Masalah sosial seperti geng motor, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Kami membutuhkan peran mereka sebagai garda terdepan untuk bersama-sama mencari solusi,” katanya.

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan kepedulian masyarakat sipil dengan fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD.

Sebab, di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, membiarkan anak putus sekolah tanpa solusi sama saja memberi ruang bagi masalah baru untuk tumbuh di kemudian hari. (rezza rizaldi)

0 Komentar