Wali Kota turut menekankan pentingnya pemahaman teknis bagi jemaah agar tidak mengalami kebingungan saat berada di lokasi Armuzna yang dipadati jutaan jemaah dari berbagai negara.
”Sampaikan kepada jemaah dengan detail. Jangan sampai jemaah kebingungan. Pastikan mereka tahu harus ke mana, kapan bergerak, apa yang perlu dibawa, dan bagaimana kondisi lapangan di Armuzna,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar administratif, melainkan amanah besar untuk memastikan jemaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, tertib dan nyaman.
Baca Juga:Dua Sasana Taijiquan Resmi Berdiri di Kota TasikmalayaFoto yang Menjelaskan Semua Tentang PPP Kota Tasikmalaya!
”Bapak dan Ibu petugas haji adalah bagian penting yang memastikan jemaah kita bisa menjalankan ibadah dengan baik, selamat, dan mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ungkapnya.
Di akhir pertemuan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji, ketua kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan dan KBIH yang terus mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga menjelang puncak haji.
Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan dan kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, bermalam di Mina, lontar jumrah hingga tawaf ifadah dan tawaf wada.
”Mudah-mudahan seluruh jemaah haji Kota Tasikmalaya diberikan kesehatan, kelancaran, dan kembali ke tanah air dalam keadaan selamat, menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.
Sementara itu, Petugas Haji Daerah Kota Tasikmalaya Opik Taupikul Hak menjelaskan, aktivitas jemaah kini mulai difokuskan pada persiapan Armuzna.
“Para jemaah dijadwalkan menjalani wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, kemudian mabit di Muzdalifah dan melanjutkan rangkaian ibadah di Mina hingga lontar jumrah pada hari tasyrik,” ungkapnya.(Firgiawan)
