Ribuan Warga Tasikmalaya Padati Lapangan Dadaha, Sembako Jadi Penawar saat Ekonomi Makin Berat

pembagian 3700 paket sembako di Tasikmalaya
Ribuan paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat Tasikmalaya di Dadaha, Senin (25/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Pendiri Sahabat Ryano, Muhammad Ryano, juga mengaku bersyukur bisa berbagi kebahagiaan bersama masyarakat Tasikmalaya.

Menurutnya, kebahagiaan sejati lahir ketika seseorang mampu memberi manfaat kepada orang lain.

“Semoga apa yang kami berikan hari ini bisa menjadi perekat silaturahmi dan kebersamaan untuk kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Komitmen serupa ditegaskan Owner Gandara Group H Cahya Gandara.

Baca Juga:Sukwan Kebersihan Masuk Prioritas, Diky Candra Optimistis Insentif Disetujui Wali Kota TasikmalayaWanita PUI Kota Tasikmalaya Dorong Kerja Tuntas, Ketahanan Keluarga Jadi Program Prioritas

Ia menyebut kegiatan berbagi sembako sudah menjadi agenda rutin perusahaan setiap bulan di berbagai daerah.

“Hidup harus bisa memberi manfaat bagi orang lain. Selama masih ada kesempatan, kami akan terus berusaha berbagi,” jelasnya.

Penyaluran ribuan paket sembako itu berlangsung tertib dan kondusif berkat pengawalan humanis dari personel Batalyon TP 939/Macan Putih.

Prajurit tampak aktif membantu mengatur antrean hingga memastikan bantuan diterima masyarakat dengan aman.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh ulama Tasikmalaya yang memimpin doa untuk keselamatan dan kemajuan bangsa.

Hadir pula Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, Plh Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Salah seorang warga, Asep Ahmad (65), mengaku terharu mendapat bantuan sembako di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit dan harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.

Baca Juga:PORSADIN XI Mangkubumi Jadi Panggung Santri Berprestasi, 300 Peserta Adu Ilmu dan SeniToko Elektronik di Tamansari Kota Tasikmalaya Terbakar, Letupan Dini Hari Disadari Setelah Asap Mengepul

“Abdi ngaraos kabantos. Ekonomi nuju sesah sareng serba mahal. Alhamdulillah aya nu ngabantu. Mugia Allah ngagentos kasaean sadayana,” ujarnya haru.

Aksi kolaborasi di Lapangan Dadaha itu menjadi bukti bahwa gotong royong belum benar-benar padam.

Di saat sebagian rakyat masih berjibaku dengan mahalnya kebutuhan hidup, tangan-tangan kepedulian masih hadir memberi harapan. (rezza rizaldi)

0 Komentar