TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Seorang pria lanjut usia yang diperkirakan berusia 68 tahun diduga nekat melompat dari Jembatan Cirahong pada Jumat (22/5/2026). Hingga siang hari, korban masih dalam pencarian tim gabungan di aliran Sungai Citanduy.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di kawasan Jembatan Cirahong yang berada di wilayah Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.
Informasi awal menyebutkan korban merupakan warga Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Usai menerima laporan adanya dugaan orang terjun ke sungai, petugas gabungan bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Baca Juga:Doktor Politik!MAN 1 Tasikmalaya Mulai Bangun Gedung Laboratorium dan Perpustakaan SBSN 2026
Namun hingga kini kondisi korban belum diketahui, apakah masih selamat atau sudah meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui datang ke kawasan Jembatan Cirahong dengan mengendarai sepeda. Sepeda tersebut kemudian diparkirkan di area parkir lingkungan Sukakarya, Desa Cilangkap, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya.
Sebelum menuju jembatan, korban sempat singgah dan sarapan di sebuah warung. Setelah itu, ia berjalan kaki menuju area Jembatan Cirahong seorang diri.
Tidak lama kemudian, seorang pemancing melihat benda jatuh ke arah Sungai Citanduy. Awalnya benda tersebut dikira sampah biasa. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, warga menemukan sepeda serta kartu identitas berupa KTP yang diduga milik korban.
Dari identitas yang ditemukan, pria tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Salah seorang pemilik warung, Teti Sumiyati (51), mengatakan korban sempat datang ke warung miliknya sekitar pukul 08.00 WIB.
“Beliau sempat membeli makanan ringan, dua bungkus roti dan air mineral,” ujar Teti.
Baca Juga:Kemana Larinya PAD Karang Resik Kota Tasikmalaya?Cara Wali Kota Menenangkan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!
Menurutnya, selama berada di warung korban tidak banyak berbicara. Namun pria tersebut sempat menanyakan keberadaan cucunya kepada dirinya.
“Tadi memberi uang Rp30 ribu. Belanjanya sekitar Rp16 ribu, sisanya katanya untuk bayar parkir,” katanya.
Teti menambahkan, korban datang menggunakan sepeda dan sempat mengatakan hendak menyeberang jembatan untuk berjalan-jalan.
“Katanya mau menyeberang dulu untuk jalan-jalan,” ucapnya.
Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya peristiwa dugaan bunuh diri tersebut. Namun dirinya mengenali kantong plastik jajanan yang ditemukan di sekitar lokasi berasal dari warung miliknya.
