Ambrosini mengaku melihat langsung bagaimana Maldini berbicara dengan pemain, mendengarkan mereka, dan membangun komunikasi di ruang ganti.
Hal itu disebut menjadi salah satu alasan mengapa banyak pemain merasa sangat dekat dan menghormatinya.
Namun, di balik semua pujian tersebut, Ambrosini menegaskan hubungan Maldini dengan pemilik AC Milan saat ini tampaknya sudah sulit diperbaiki.
Baca Juga:Sabatini: Ibrahimovic Menghancurkan AC Milan dari DalamArteta Ditertawakan Saat Putar Lagu Liverpool, Kini Arsenal Juara Premier League
Ia menyebut cara manajemen memecat Maldini pada 2023 sebagai sesuatu yang tidak pantas untuk sosok sebesar dirinya.
Ambrosini bahkan menyebut Maldini “dilikuidasi secara tidak layak hanya dalam 10 menit”.
Karena itulah, ia percaya hanya ada satu jalan agar Maldini mau kembali ke Milan.
“Hanya ada satu syarat agar Paolo kembali: pemilik klub harus berubah,” tegas Ambrosini.
Pernyataan itu kembali memanaskan perdebatan di kalangan tifosi Rossoneri. Sejak Maldini hengkang, banyak fans merasa Milan kehilangan identitas serta figur kuat yang memahami budaya klub.
Maldini sendiri merupakan sosok penting dalam keberhasilan Milan meraih gelar Serie A musim 2021/2022.
Bersama Frederic Massara, ia membangun skuad muda yang kompetitif dengan pendekatan finansial yang lebih stabil.
Baca Juga:Inter Cuma Kucurkan Dana Transfer Rp850 Miliar untuk Cristian Chivu: Tiga Pemain Dipastikan Angkat KoperEra Guardiola Berakhir, Arsenal Juara Liga Inggris
Meski begitu, hubungan Maldini dengan pemilik klub, Gerry Cardinale, memburuk setelah muncul perbedaan pandangan soal arah proyek olahraga Milan.
Ambrosini yakin Maldini sebenarnya masih memiliki hasrat besar untuk kembali ke dunia sepak bola. Bahkan, menurutnya, Milan tetap menjadi pilihan utama di hati Maldini.
“Bahwa dia masih ingin kembali dan masih punya banyak hal untuk diberikan kepada sepak bola, itu jelas. Dan bahwa dia memiliki preferensi tertentu, itu juga sangat jelas,” tutup Ambrosini.
