Trotoar di Kota Tasikmalaya Disesaki Pohon dan Akar, Pejalan Kaki Dipaksa “Turun Kasta” ke Badan Jalan

trotoar rusak di Kota Tasikmalaya
Koordinator Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya, Asep Kustiana. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wajah trotoar di sejumlah ruas jalan utama Kota Tasikmalaya kembali menuai sorotan.

Bukan hanya soal kerusakan dan permukaan yang tak rata, keberadaan pohon besar yang tumbuh tepat di jalur pedestrian kini dinilai makin menggerus kenyamanan hingga membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Koordinator Serikat Pemuda Kota Tasikmalaya, Asep Kustiana mengatakan, penghijauan kota memang penting sebagai peneduh sekaligus mempercantik kawasan perkotaan.

Baca Juga:41 Tahun Pernikahan Joni Rockman, Aktivis Sosial Kota Tasikmalaya yang Tetap Mesra di Tengah Rutinitas BerbagiHUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Kodim 0612 Tasikmalaya Perkuat Ikatan dengan Rakyat Lewat Doa Bersama

Namun, penataan yang semrawut justru membuat fungsi trotoar perlahan berubah dari jalur aman pejalan kaki menjadi “arena zig-zag” menghindari batang dan akar pohon.

“Keberadaan pohon di trotoar memang sangat penting untuk peneduh dan memperindah kawasan kota. Namun penataannya juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu hak pejalan kaki,” ujar Asep kepada Radar, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, kondisi trotoar yang terhalang pohon besar tidak hanya ditemukan di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya.

Persoalan serupa juga terlihat di sejumlah titik lain seperti Jalan Dadaha, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Sutisna Senjaya, Jalan Ir H Juanda hingga kawasan pertokoan dan fasilitas publik.

Di sejumlah lokasi, akar pohon bahkan muncul ke permukaan dan merusak konstruksi pedestrian.

Akibatnya, jalur pejalan kaki menjadi sempit, bergelombang, dan sulit dilintasi.

“Di beberapa lokasi, trotoar menjadi sempit dan tidak rata akibat akar pohon yang muncul ke permukaan. Bahkan ada pejalan kaki yang akhirnya turun ke badan jalan karena sulit melintas di trotoar,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas yang membutuhkan akses pedestrian aman dan ramah pengguna.

Baca Juga:Rabu Biru-Minggu Urib, Pemkot Ajak Warga Bergerak: Tasik Nyaman Jangan Jadi Slogan BelakaTPS Liar di Kota Tasikmalaya Disisir Tiap Hari, DLH Turunkan Truk Khusus

Ironisnya, fasilitas yang seharusnya melindungi pejalan kaki justru membuat warga terpaksa berebut ruang dengan kendaraan di jalan raya.

Sorotan paling mencolok terlihat di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya.

Jalur pedestrian di kawasan itu dipenuhi pohon berukuran besar yang tumbuh di tengah trotoar.

Ditambah lagi, beberapa bagian trotoar tampak rusak sehingga ruang gerak masyarakat semakin terbatas.

“Trotoar itu dibangun untuk fasilitas publik. Kalau kondisinya rusak dan terhalang pohon besar, tentu fungsi utamanya jadi tidak maksimal. Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi dan penataan ulang,” tegasnya.

0 Komentar