TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Momentum Hari Raya Idul Adha 2026 di Kota Tasikmalaya tak hanya identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga ancaman gunungan sampah plastik sekali pakai.
Di tengah tradisi pembagian daging kurban yang masih akrab dengan kantong kresek, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya mulai mendorong masyarakat beralih ke wadah ramah lingkungan.
Imbauan itu disampaikan menjelang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.
Masyarakat maupun panitia kurban dianjurkan menggunakan besek bambu, daun pisang, atau kemasan lain yang lebih mudah terurai dibanding plastik sekali pakai yang kerap berakhir menyesaki tempat pembuangan sampah.
Baca Juga:HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Kodim 0612 Tasikmalaya Perkuat Ikatan dengan Rakyat Lewat Doa BersamaRabu Biru-Minggu Urib, Pemkot Ajak Warga Bergerak: Tasik Nyaman Jangan Jadi Slogan Belaka
Plh Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, Sofian Zainal Mutaqien mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu upaya menekan lonjakan sampah plastik saat Idul Adha.
Menurutnya, tradisi berbagi daging kurban seharusnya tak meninggalkan jejak persoalan baru bagi lingkungan.
“Imbauan ini bertujuan untuk meminimalisir sampah plastik saat pelaksanaan Idul Adha. Kami menyarankan masyarakat maupun panitia kurban menggunakan besek, daun pisang, atau wadah lain yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya, Rabu (19/5/2026).
Meski demikian, pemerintah tidak mewajibkan penggunaan wadah tertentu.
DKP3 hanya mendorong kesadaran masyarakat agar perlahan meninggalkan budaya praktis berbasis plastik yang sekali pakai lalu dibuang. Sebab, setiap musim kurban tiba, sampah kresek seolah ikut “berkurban” memenuhi TPS.
Selain dinilai lebih ramah lingkungan, penggunaan besek bambu juga diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM lokal.
Produsen kemasan tradisional disebut berpeluang mendapat berkah tambahan dari meningkatnya kebutuhan wadah kurban nonplastik.
DKP3 berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini tidak hanya berlangsung khidmat dalam ibadah, tetapi juga lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Baca Juga:TPS Liar di Kota Tasikmalaya Disisir Tiap Hari, DLH Turunkan Truk KhususPemkot Tasikmalaya Siap Dorong Skema Pengelolaan Sampah Regional Priangan Timur
Di tengah isu sampah yang terus menggunung, daun pisang dan besek bambu kini seakan kembali naik kelas—menggeser dominasi kantong kresek yang selama ini terlalu nyaman jadi “langganan” tiap musim kurban. (ujang nandar)
