Rabu Biru-Minggu Urib, Pemkot Ajak Warga Bergerak: Tasik Nyaman Jangan Jadi Slogan Belaka

program Rabu Biru Minggu Urib Kota Tasikmalaya
Plh Sekda Kota Tasikmalaya, Hanafi saat memberikan keterangan tersait program Rabu Biru-Minggu Urib, Selasa (19/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mulai memanaskan mesin gotong royong warga lewat program “Rabu Biru-Minggu Urib” yang digadang-gadang menjadi gerakan kolektif penataan lingkungan tanpa harus mengandalkan anggaran besar.

Fokusnya bukan sekadar sampah, tetapi juga genangan air, saluran lingkungan hingga ketertiban kawasan jalan.

Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Hanafi menyebut, gerakan tersebut merupakan pengejawantahan dari instruksi wali kota untuk memobilisasi potensi masyarakat dalam membangun kembali kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga:TPS Liar di Kota Tasikmalaya Disisir Tiap Hari, DLH Turunkan Truk KhususPemkot Tasikmalaya Siap Dorong Skema Pengelolaan Sampah Regional Priangan Timur

Menurutnya, program itu juga sejalan dengan program nasional “Indonesia Asri” yang tengah digaungkan pemerintah pusat.

Karena itu, setiap kecamatan dan kelurahan kini mulai didorong agar membangun gerakan kebersihan berbasis partisipasi warga.

“Sekarang mulai setiap kecamatan sudah terbangun kesadaran masyarakat. Tanpa biaya, tapi mendorong kepedulian bersama,” ujar Hanafi, Selasa (19/5/2026).

Ia mengatakan, konsep “Minggu Urib” dan “Rabu Biru” bukan sekadar seremoni tempel spanduk atau aksi sapu-sapu dadakan.

Pemkot ingin membangun budaya kolektif menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Sebab, wajah kota tak akan berubah hanya dengan rapat berpendingin ruangan, sementara saluran air tetap mampet dan bahu jalan berubah fungsi.

Dalam waktu dekat, Pemkot juga akan menggelar aksi serentak di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Rencananya, kegiatan itu dipimpin langsung Plh Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, termasuk penataan kawasan Jalan Baru (JB) yang selama ini kerap dipadati aktivitas pedagang dan semrawut parkir.

Baca Juga:Sukwan Kebersihan Kota Tasikmalaya Diminta Tetap Semangat, Solusi Akan Disiapkan di Meja RapatSampah Kota Tasikmalaya Baru 300 Ton Per Hari, Punya Teknologi Pengolahan Menjadi Energi Apakah Masih Jauh?

“Nanti kita ajak komunitas pedagang di sepanjang Jalan Baru supaya lebih tertib. Paling tidak jangan makan bahu jalan, dirapihkan bersama,” katanya.

Tak hanya itu, masyarakat sekitar juga akan diajak ikut gotong royong agar tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman.

Hanafi menilai, manfaat kebersihan bukan hanya dirasakan pemerintah, tetapi langsung kembali kepada masyarakat sendiri.

Gerakan tersebut, lanjut dia, kini mulai berjalan masif di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Bahkan laporan kegiatan sudah mulai masuk dan dipantau melalui inspektorat sebagai bagian dari evaluasi program daerah.

0 Komentar