Jenazah Pria Misterius Membengkak di Sungai Citanduy, Gegerkan Warga Purbaratu Tasikmalaya

penemuan jenazah membengkak di Sungai Citanduy Kota Tasikmalaya
Proses evakuasi jenazah pria misterius membengkak di Sungai Citanduy Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya dibuat geger dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di aliran Sungai Citanduy, Selasa (19/5/2026).

Kondisi jenazah yang sudah membengkak dan tersangkut di sela bebatuan sempat membuat warga mengira itu bangkai hewan yang hanyut terbawa arus.

Penemuan jenazah tanpa identitas tersebut pertama kali dilaporkan seorang pemancing sekitar pagi hari.

Baca Juga:HUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Kodim 0612 Tasikmalaya Perkuat Ikatan dengan Rakyat Lewat Doa BersamaRabu Biru-Minggu Urib, Pemkot Ajak Warga Bergerak: Tasik Nyaman Jangan Jadi Slogan Belaka

Dari ciri-ciri yang terlihat di lokasi, korban diketahui mengenakan baju hitam dengan kondisi tubuh sudah membesar akibat diduga telah beberapa hari berada di sungai.

Suasana bantaran Citanduy mendadak ramai. Warga berdatangan untuk memastikan kabar yang beredar.

Sungai yang biasanya jadi tempat memancing, mendadak berubah menjadi lokasi evakuasi penuh ketegangan.

Aroma menyengat dari tubuh korban pun membuat sebagian warga memilih menjauh.

Koordinator Lapangan URC BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.35 WIB dari aparat wilayah setempat.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan persiapan menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses penanganan dan evakuasi,” ujarnya.

Saat tim gabungan tiba di lokasi, petugas memastikan benda yang dilihat warga memang jenazah manusia berjenis kelamin laki-laki.

Baca Juga:TPS Liar di Kota Tasikmalaya Disisir Tiap Hari, DLH Turunkan Truk KhususPemkot Tasikmalaya Siap Dorong Skema Pengelolaan Sampah Regional Priangan Timur

Dari kondisi tubuh korban yang sudah membengkak, korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Proses evakuasi pun tidak berjalan mudah. Tebing curam dan licin di sekitar lokasi membuat petugas harus ekstra hati-hati. Sungai Citanduy seolah tak mau menyerahkan “misteri” itu begitu saja.

Harisman menjelaskan, tim gabungan dari BPBD, kepolisian, dan relawan terpaksa menggunakan teknik technical rescue untuk mengangkat jasad dari dasar sungai.

“Kondisi tebing cukup curam dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Kami menggunakan teknik technical rescue agar proses pergeseran jenazah dari bawah ke atas lebih aman, dengan cara ditarik menggunakan kantong jenazah,” katanya.

Tak hanya medan ekstrem, jarak lokasi penemuan menuju titik ambulans juga cukup jauh, sekitar 500 meter.

Evakuasi dilakukan bertahap karena keterbatasan alat dan sulitnya akses menuju lokasi.

“Posisi korban berada di dasar sungai dan akses menuju ambulans cukup jauh. Evakuasi dibagi menjadi tiga titik sesuai kemampuan alat yang kami miliki. Alhamdulillah jenazah akhirnya berhasil dievakuasi,” jelasnya.

0 Komentar