TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Misteri penemuan jenazah laki-laki yang tersangkut di bebatuan Sungai Citanduy, wilayah Sukaasih, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, akhirnya mulai menemukan titik terang, Selasa (19/5/2026) sore.
Setelah sempat bikin geger warga karena dikira bangkai hewan, jenazah tersebut kini berhasil diidentifikasi oleh Tim Inafis Polres Tasikmalaya Kota.
Korban diketahui bernama Fiqri Legi Ansori (25), warga Kampung Gareumpay Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:41 Tahun Pernikahan Joni Rockman, Aktivis Sosial Kota Tasikmalaya yang Tetap Mesra di Tengah Rutinitas BerbagiHUT ke-80 Kodam III/Siliwangi, Kodim 0612 Tasikmalaya Perkuat Ikatan dengan Rakyat Lewat Doa Bersama
Identitas korban dipastikan setelah petugas melakukan pemeriksaan intensif di kamar jenazah RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya, warga sekitar Sungai Citanduy dibuat heboh dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki pada Selasa pagi (19/5/2026).
Kondisi jenazah yang sudah membengkak dan tersangkut di sela bebatuan sempat membuat warga mengira benda tersebut hanyalah bangkai hewan yang hanyut terbawa arus.
Sungai yang biasanya jadi tempat memancing, mendadak berubah jadi lokasi penuh tanda tanya.
Jenazah pertama kali ditemukan seorang pemancing yang tengah berada di sekitar lokasi.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian serba hitam dan berada di dasar sungai dengan posisi tubuh tersangkut batu.
Koordinator Lapangan URC BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman mengatakan, pihaknya menerima laporan dari aparat kelurahan sekitar pukul 10.35 WIB.
Baca Juga:Rabu Biru-Minggu Urib, Pemkot Ajak Warga Bergerak: Tasik Nyaman Jangan Jadi Slogan BelakaTPS Liar di Kota Tasikmalaya Disisir Tiap Hari, DLH Turunkan Truk Khusus
Tak lama setelah laporan masuk, tim BPBD bersama aparat kepolisian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Begitu laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan melakukan persiapan evakuasi,” ujar Harisman.
Setibanya di lokasi, petugas memastikan benda yang ditemukan warga merupakan jenazah manusia berjenis kelamin laki-laki.
Dari kondisi tubuh korban yang sudah membengkak, petugas memperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Proses evakuasi pun berlangsung dramatis. Medan menuju lokasi penemuan dikenal curam dan licin, dengan kemiringan mencapai sekitar 45 derajat.
Tim gabungan BPBD, kepolisian dan relawan harus menggunakan teknik technical rescue untuk mengangkat jenazah dari dasar sungai.
Di tengah akses yang sulit, pekerjaan kemanusiaan itu tetap dijalankan meski medan seolah ikut menguji nyali petugas.
“Kondisi tebing cukup terjal, sehingga kami menggunakan metode technical rescue agar proses pengangkatan jenazah lebih aman,” jelasnya.
