Esports Tasikmalaya Kian Ramai, 144 Tim Berebut Tiket FFNS Nasional

FFNS 2026 Fall Qualifier
Ratusan gamer mengikuti FFNS 2026 Fall Qualifier Tasikmalaya, Minggu (17/5/2026). ujang nandar / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.COM – Dunia esports di Tasikmalaya makin sulit dipandang sebelah mata. Ratusan gamer muda memadati arena FFNS 2026 Fall Qualifier Tasikmalaya di kawasan Tawang,

Minggu (17/5/2026), demi berburu tiket menuju panggung nasional Free Fire Nusantara Series (FFNS).

Turnamen yang digelar komunitas Free Fire Tasikmalaya itu menjelma menjadi salah satu kompetisi esports lokal terbesar tahun ini.

Baca Juga:Gentra Loka Vol 4 Angkat Karinding Sadulur, Bidik Anak Muda TasikmalayaArmada Tua dan Slow Respons, Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Jadi Bom Waktu

Sebanyak 144 tim ambil bagian dengan total peserta dan pendukung diperkirakan menembus lebih dari 600 orang. Tawang pun mendadak berubah dari kawasan biasa menjadi “medan perang digital” anak muda Tasikmalaya.

Ketua Free Fire Tasikmalaya, Shanaz Insani, mengatakan ajang tersebut merupakan bagian dari rangkaian FFNS 2026 yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Nantinya, dua tim terbaik dari Tasikmalaya akan melaju ke level nasional untuk menghadapi tim-tim unggulan dari berbagai wilayah.

“Dari Tasikmalaya nanti akan dipilih dua tim terbaik untuk mewakili daerah dan bertanding melawan tim terbaik dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Shanaz, esports kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang. Dunia game kompetitif sudah berkembang menjadi ruang pembinaan generasi muda di bidang digital.

Bahkan, geliatnya mulai masuk ke lingkungan pendidikan dan memiliki jalur prestasi yang semakin jelas.

“Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut sebagai bentuk pembinaan pemain muda. Sekarang esports juga sudah memiliki wadah resmi dan terus berkembang, termasuk masuk ke lingkungan sekolah,” katanya.

Baca Juga:Karate Tasik Open 2026, Panggung Mencari Bibit Atlet BerprestasiUltah Viman di Tanah Suci, Doa dan Dukungan Mengalir dari Tasikmalaya

Ia menilai hobi bermain game bisa menjadi aktivitas positif apabila diarahkan dengan baik.

Di tengah stigma lama yang kerap memandang gamer hanya “penunggu layar”, esports justru mulai melahirkan atlet digital dengan peluang prestasi hingga tingkat internasional.

“Kalau disalurkan dengan positif, game bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bisa menjadi prestasi dan peluang masa depan bagi anak muda,” tambahnya.

Shanaz juga berharap ke depan semakin banyak fasilitas publik di Tasikmalaya yang membuka ruang bagi kegiatan esports.

Menurutnya, venue yang lebih representatif seperti pusat perbelanjaan atau mall besar dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus menarik lebih banyak minat generasi muda.

0 Komentar