Armada Tua dan Slow Respons, Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya Jadi Bom Waktu

krisis armada sampah Kota Tasikmalaya
Alat berat saat mengangkut gunungan sampah di Depo Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Rabu (13/5/2026) dan kondisi Depo Pasar Cikurubuk setelah bersih dari gunungan sampah, Kamis (14/6/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Kita jangan terlalu banyak alasan. Bentuk tim khusus untuk mengakses bantuan pusat. Kalau perlu gandeng kampus, swasta, dan stakeholder lain. Pemerintah tidak bisa jalan sendiri,” tegasnya.

Ia mengaku sejauh ini belum melihat respons serius dari para pemangku kebijakan terhadap berbagai gagasan yang disampaikannya.

Padahal menurutnya, persoalan sampah membutuhkan ruang diskusi terbuka dan langkah konkret, bukan sekadar rutinitas musiman ketika gunungan sampah sudah viral.

Baca Juga:Karate Tasik Open 2026, Panggung Mencari Bibit Atlet BerprestasiUltah Viman di Tanah Suci, Doa dan Dukungan Mengalir dari Tasikmalaya

Sebelumnya diberitakan, gunungan sampah di Depo Pasar Cikurubuk yang sempat menutupi akses jalan akhirnya berhasil diatasi petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana mengatakan, seluruh sampah di depo tersebut berhasil diangkut ke TPA Ciangir setelah petugas melakukan lembur selama beberapa hari.

“Alhamdulillah hari ini sampah di Depo Pasar Cikurubuk tuntas teratasi. Kami terus lembur melakukan penanganan ini,” ujarnya.

DLH juga memastikan titik-titik krusial lain seperti Jalan SL Tobing, Pasar Lama dan Dadaha sudah tertangani. Meski begitu, pihaknya tetap siaga menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama libur panjang. (rezza rizaldi)

0 Komentar