“Bukannya kami tidak peduli, tapi ini masalah pribadi setelah melihat berkas kerjasama yang dibawa pihak ketiga,” ujarnya.
Meski demikian, hasil analisis bagian keuangan desa mencatat ada penyertaan modal untuk BUMDes sebesar sekitar Rp140 juta.
Pihak desa mengaku belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh sebelum mendapat keterangan langsung dari Sri terkait persoalan tersebut. Hingga kini, pemerintah desa masih menunggu informasi pasti mengenai keberadaan yang bersangkutan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara terbuka dan transparan. (Anto Sugiarto)
