Cardinale Cueki Protes Fans AC Milan: Pastikan Furlani Tak Dilengserkan

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Ia kemudian bergabung dengan Elliott Management pada 2010 dan menjadi salah satu tokoh penting dalam proses transisi kepemilikan Milan dari era Silvio Berlusconi ke Yonghong Li, hingga akhirnya Elliott mengambil alih klub pada 2018.

Tahun itu menjadi awal keterlibatan langsung Furlani di Milan.

Ia masuk ke jajaran direksi dan menjadi bagian penting dalam kebangkitan Rossoneri yang kembali ke Liga Champions serta meraih Scudetto bersama Stefano Pioli pada 2022.

Ketika RedBird mengambil alih Milan dari Elliott, Furlani tetap dipertahankan dan bahkan dipercaya menggantikan Ivan Gazidis sebagai CEO klub pada Desember 2022.

Baca Juga:Fans AC Milan Usir Furlani: Tuding Manajemen Jadikan Klub Alat Cari KeuntunganLautaro Martinez: Chivu Tak Membuang Taktik yang Dibangun Simone Inzaghi

Kepercayaan RedBird terhadap Furlani semakin terlihat pada Januari 2026 saat Milan menyelesaikan restrukturisasi pembiayaan baru bersama Comvest Credit Partners.

Dalam proses itu, posisi Furlani sama sekali tidak disentuh dan tetap menjadi pusat manajemen klub.

Dukungan Cardinale kepada CEO Milan juga didasarkan pada hasil finansial yang dianggap luar biasa.

Menurut laporan Calcio & Finanza, Milan diperkirakan akan mencatat rekor keuntungan modal sebesar €101,8 juta atau sekitar Rp1,73 triliun pada musim 2025/2026.

Angka itu melampaui rekor lama klub sebesar €78 juta yang bertahan sejak musim 2001/2002.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana Milan kini menjadi salah satu klub Italia dengan kondisi ekonomi paling stabil.

Meski fans kecewa dengan kebijakan transfer dan arah proyek olahraga klub, Cardinale tetap melihat model bisnis Milan sebagai jalan terbaik untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.

Baca Juga:Rocchi Dituduh Atur Wasit yang Untungkan Inter Saat Hadapi AC MilanDaftar Striker Haus Gol Incaran AC Milan: Dari Vlahovic Hingga Jean-Philippe Mateta

Dalam beberapa kunjungannya ke Milan sepanjang 2026, Cardinale beberapa kali bertemu langsung dengan Furlani.

Dari pertemuan-pertemuan itu, pemilik RedBird disebut selalu menunjukkan kepuasan terhadap kinerja finansial klub.

Cardinale memang sadar bahwa situasi olahraga Milan belum ideal.

Rossoneri masih berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan dan gagal tampil dominan dalam perebutan Scudetto.

Namun, ia tetap optimistis proyek yang sedang dibangun bisa membawa Milan kembali bersaing di level tertinggi Eropa.

Selain itu, posisi Furlani juga diperkuat oleh kontrak jangka panjang.

Menurut laporan Corriere dello Sport, masa jabatan Furlani sebagai CEO sebenarnya berakhir pada akhir 2025, tetapi telah diperpanjang hingga 2028.

0 Komentar