Kroos Tuding Mbappe Ganggu Keseimbangan Real Madrid: Dia Tak Cocok Bermain Sebagai Nomor 9

Kylian Mbappé
Kylian Mbappé Foto: Tangkapan layar Instagram@k.mbappe
0 Komentar

Mantan gelandang elegan itu menyoroti persoalan kepemimpinan dan keseimbangan skuad.

Sebelum Mbappe datang, Madrid disebut sudah memiliki fondasi tim yang solid dengan pemain-pemain yang memahami perannya masing-masing.

Namun kehadiran pemain dengan sorotan sebesar Mbappe dinilai memecah opini di dalam tim.

“Real Madrid sebenarnya sudah memiliki struktur dan chemistry yang baik. Ketika pemain seperti Mbappe datang, semuanya berubah dan tidak selalu menjadi lebih baik,” jelas Kroos.

Baca Juga:Ambrosini Jagokan PSG di Final Liga Champions: Enrique Punya Sistem Pertahanan Agresif Seperti GasperiniNeymar Minta Maaf Gampar Anak Robinho: Saya Kehilangan Kendali

Ia juga menyinggung posisi bermain Mbappe yang dianggap tidak sepenuhnya cocok dengan kebutuhan taktik tim.

Kroos menilai memainkan Mbappe sebagai nomor 9 membuat keseimbangan permainan Madrid terganggu.

“Di lapangan, semuanya tidak selalu terlihat alami. Bermain sebagai nomor 9 tampaknya bukan posisi terbaik untuk Mbappe. Ketika beberapa pemain kunci berada di area yang sama, tim kehilangan keseimbangan,” ujarnya.

Menurut Kroos, sepak bola level tertinggi ditentukan oleh detail-detail kecil. Ketidakseimbangan kecil dalam tim bisa berdampak besar terhadap performa keseluruhan.

Pernyataan Kroos memperkuat spekulasi bahwa ruang ganti Real Madrid saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Apalagi Los Blancos menutup dua musim terakhir tanpa gelar besar, sesuatu yang sangat jarang terjadi bagi klub sebesar Madrid.

Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah proyek “Galacticos baru” bersama Mbappe benar-benar berjalan sesuai rencana.

Baca Juga:Pini Zahavi Diam-Diam Tawarkan Paket Alaba dan Lewandowski ke AC Milan dan JuventusPSG Favorit Juara Liga Champions: Bakal Lebih Sukses Dibandingkan City Milik Sheikh Mansour

Secara individu, Mbappe memang tetap tampil tajam dan produktif. Namun dalam permainan kolektif, Madrid justru dinilai kehilangan identitas yang sebelumnya menjadi kekuatan utama mereka.

Kroos menegaskan bahwa Real Madrid tidak hanya membutuhkan pemain hebat, tetapi juga harmoni di dalam tim.

“Pada akhirnya, Real Madrid tidak hanya membutuhkan pemain besar. Mereka membutuhkan persatuan, kejelasan, dan sistem di mana semua pemain menemukan tempatnya. Tanpa itu, nama besar saja tidak akan menyelesaikan masalah,” tutup Kroos.

Kini tekanan terhadap Mbappe semakin besar. Musim depan bisa menjadi penentuan apakah ia benar-benar mampu menjadi ikon baru Real Madrid, atau justru dianggap sebagai transfer besar yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi publik Santiago Bernabeu.

0 Komentar