Jurnalis Italia Bantah Fabregas Terobsesi dengan Permainan Cantik: Como Punya Pertahanan Terbaik di Serie A

Cesc Fabregas
Cesc Fabregas Foto: Tangkapan layar Instagram@comofootball
0 Komentar

Como telah mencatatkan 17 clean sheet sepanjang musim, sebuah pencapaian luar biasa bagi tim yang baru promosi.

Peran penting di balik statistik tersebut tentu tidak lepas dari performa gemilang penjaga gawang Jean Butez.

Kiper asal Belgia itu bahkan memimpin daftar penjaga gawang dengan persentase nirbobol tertinggi di Serie A, mencapai 48,6 persen.

Baca Juga:Juventus Ngebet Datangkan Lewandowski, Pino Zahavi Tunda NegosiasiMoncer di AS Roma, Donyell Malen Jadi Penyesalan Terbesar AC Milan Musim Ini

Kombinasi antara organisasi pertahanan yang rapi, kedisiplinan taktik, serta kontribusi individu seperti Butez menjadi fondasi utama keberhasilan Como musim ini.

Lebih dari sekadar bertahan, mereka mampu menunjukkan bahwa tim kecil pun bisa tampil kompetitif dengan pendekatan yang tepat.

Dengan performa seperti ini, Como 1907 tidak hanya memberi kejutan di Serie A, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan sejarah baru di kompetisi tertinggi sepak bola Italia.

Jika berhasil lolos ke Liga Champions, mereka jelas menutup musim dengan pencapaian yang jauh melampaui ekspektasi awal.

Biasin juga mengkritik pembagian pelatih ke dalam dua kategori—“giochista” (penganut permainan indah) dan “result-oriented” (berorientasi hasil).

Menurutnya, dikotomi tersebut sudah usang dan tidak mencerminkan realitas sepak bola saat ini.

“Yang benar-benar ada hanyalah pelatih yang mampu atau tidak mampu mentransfer ide sepak bola mereka kepada pemain,” tegasnya.

Baca Juga:Arsenal Lolos ke Final Liga Champions, Sihir Simeone di Atletico Tak Lagi BertuahAC Milan Hasilkan Dana Segar Rp1,7 Triliun dari Penjualan Pemain

Dalam konteks ini, Fabregas dinilai sukses besar. Ia mampu membangun identitas permainan yang jelas, sekaligus menjaga keseimbangan antara kreativitas dan efektivitas.

Hasilnya, Como tampil sebagai salah satu tim paling menarik di Serie A musim ini.

“Musim Como adalah sesuatu yang indah, terlepas dari bagaimana akhirnya nanti,” tulis Biasin.

Di sisi lain, Biasin juga menyinggung situasi panas di Napoli. Klub asal Naples itu dikabarkan tengah mempertimbangkan pergantian pelatih.

Nama Antonio Conte disebut-sebut berada di ujung tanduk. Jika pertemuan antara Conte dan presiden klub Aurelio De Laurentiis berakhir tanpa kesepakatan, maka perpisahan menjadi opsi paling realistis.

Sebagai calon pengganti, Maurizio Sarri muncul sebagai kandidat utama pilihan pertama manajemen Napoli jika kursi pelatih benar-benar kosong.

Namun, situasi ini masih penuh tanda tanya. Conte diyakini ingin bertahan, tetapi dengan syarat adanya investasi besar di bursa transfer.

0 Komentar